‘’Kami melakukan pemberdayaan kepada perempuan prasejahtera dengan banyak program,’’ jelas Dicky Fajrian Kepala Divisi PKU PT PNM.
Dalam acara Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar bertema ‘’Ngrencangi UMKM Sinau Digital,Tumut Majengaken Perekonomian Jawa Timur’’ ini para nasabah mendapatkan materi literasi keuangan, digital, dan usaha. Peserta juga difasilitasi Nomor Induk Berusaha (NIB).
‘’Jadi nasabah tidak hanya pinjam uang saja, kami juga beri beberapa fasilitas yang pastinya berguna, seperti NIB,’’ bebernya.
Program PKU PNM juga menekankan pentingnya NIB agar legalitas usahanya terjamin. Karena banyak keuntungannya, seperti pembiayaan dari perbankan, mendapatkan pelatihan, dan bisa mengikuti pengadaan barang atau jasa ke pemerintah.
‘’Digitalisasi itu penting untuk usaha. Karena bisa berkembang dengan pesat dan target pasarnya luas,’’ ungkapnya.
Kegiatan ini salah satu bentuk dari tiga modal PNM dalam mendukung pertumbuhan ultra mikro dan UMKM. Mulai modal finansial, intelektual, dan sosial. Modal finansial diberikan melalui pembiayaan usaha produktif, modal intelektual melalui pendampingan seperti pelatihan.
‘’Sedangkan modal sosial, PNM membangun jaringan usaha dan bisnis agar membantu percepatan usaha nasabah,’’ terangnya.
Sementara itu, hingga 31 April 2023 PNM telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 23,05 triliun kepada nasabah PNM Mekaar yang berjumlah 14.551.096 nasabah. PNM memiliki 62 Cabang, 3.800 kantor unit layanan PNM Mekaar, dan 645 kantor unit layanan PNM ULaMM di seluruh Indonesia yang melayani UMK di 34 provinsi, 513 kabupaten/kota, dan 6.664 kecamatan. (fac/aan/kid/adv) Editor : Hengky Ristanto