PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Jalan Urip Sumoharjo (Ursum) seolah menjelma jadi jalur bebas hambatan. Menyusul penerapan one way atau satu arah di jalan tersebut. Kondisi menggoda sejumlah pengendara untuk menginjak pedal maupun menarik gas dalam-dalam. Dampaknya warga setempat ketir-ketir saat menyeberang. Pun sejumlah kecelakaan lalu lintas (laka lantas) terjadi di kawasan tersebut.
Jawa Pos Radar Ponorogo mencatat rawan laka lantas di Ursum berada di tiga titik. Yakni, 300 meter dari pintu masuk arah barat atau persimpangan Tambak Bayan; persimpangan Jalan Raden Saleh-Jawa; serta persimpangan Jalan Bhayangkara-Madura. Pun titik-titik tersebut telah tercatat sebagai titik konsentrasi tindak lanjut Dinas Perhubungan (Dishub) Ponorogo.
‘’Betul, jalur Ursum mulai Tambakbayan sampai perempatan Pasar Legi menjadi perhatian kami,’’ kata Plt. Kepala Dishub Ponorogo Setyo Hari Sujatmiko.
Miko mengungkapkan, perlu peranti pelengkap seiring penataan kawasan pedestrian Ursum. Mulai penerangan jalan umum (PJU) hingga speed bump, dan speed trap yang belum terpasang. Miko menyebut idealnya pedestrian sebagaimana Jalan HOS Cokroaminoto.
‘’Kemarin juga sempat kami pasang rambu satu arah dan petunjuk arah,’’ ungkapnya.
Miko tidak menampik telah menerima beberapa laporan terkait keluhan masyarakat seputar Ursum. Termasuk, adanya kendaraan kebut-kebutan di jalur sepanjang 950 meter. Dalam waktu dekat pihaknya bakal memasang sejumlah speed bump dan speed trap di titik rawan.
‘’Lokasi dan waktu pemasangannya sekarang dalam kajian, yang jelas ini untuk mengendalikan kecepatan di jalur tersebut,’’ imbuhnya.
Miko menambahkan bahwa face off Ursum tahun lalu tanpa melalui kajian analisis dampak lalu lintas (andalalin). Sehingga banyak pekerjaan yang mesti dikaji ulang. Mulai penentuan kebutuhan rambu, lokasi parkir, serta peranti pelengkap lainnya.
‘’Karena memang andadalin tidak diwajibkan, karena itu kami adakan rapat dengan FLLAJ (forum lalu lintas dan angkutan jalan) untuk tindak lanjutnya,’’ pungkasnya. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya