PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun - Gebyar Grebeg Suro di Ponorogo mulai terasa. Abdi negara di lingkup Pemkab setempat mengenakan penadon, pakaian khas warok mulai kemarin (4/7). Sedangkan pegawai perempuan mengenakan seragam batik. Instruksi yang menjadi agenda tahunan itu diberlakukan hingga 18 Juli mendatang.
‘’Sebelumnya hari santri, sembilan hari bersarung. Sekarang Grebeg Suro, juga harus berpenadon,’’ kata Bupati Sugiri Sancoko.
Kang Giri, sapaan bupati, mengatakan bahwa instruksi tersebut juga berlaku bagi perangkat desa dan masyarakat. Dia memastikan penggunaan penadon maupun batik tidak mengganggu kinerja aparatur sipil negara (ASN).
‘’Kami harapkan semua pakai pakaian penadon ini tidak hanya PNS dan pegawai pemerintah, masyarakat juga pakai agar semakin kental suasana grebeg suronya,’’ terangnya.
Baca Juga: Ariel Noah Manggung di Alun – alun Ponorogo saat Grebeg Suro
Bupati yakin perayaan Grebeg Suro tahun ini bakal meriah. Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) tahun ini bakal diikuti seniman dari berbagai daerah di tanah air. Pun disaksikan warga dari berbagai daerah.
‘’Mulai Kota/Kab. Madiun, Ngawi, Magetan, Pacitan, Trenggalek, Nganjuk, dan Surabaya monggo datang ke sini, ngopi bareng di Ponorogo sambil melihat festival,’’ terangnya.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, momentum Grebeg Suro menjadi jalan pulang bagi warga setempat yang merantau ke luar kota. Seluruh warga tumpah ruah selama perayaan berlangsung. Menurutnya, perayaan tersebut bakal mendongkrak ekonomi masyarakat.
‘’Nanti kami juga undang Noah, juga banyak kegiatan menjelang hari jadi,’’ ujarnya. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya