PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun - Keris tetap memiliki pamor. Peninggalan turun-temurun leluhur itu dipamerkan dalam Pagelaran Pusaka Wengker Grebeg Suro di Pendopo Ponorogo. Bersandingan dengan sejumlah artefak bersejarah. Seperti peralatan pertunjukan reog hingga foto lawas.
Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Ponorogo, Judha Slamet Sarwo Edi mengatakan, terdapat lebih dari 172 pusaka dipamerkan. Pameran itu juga menjadi literasi sejarah. Disertai dengan informasi yang dijabarkan lengkap di setiap sudur. Mulai pusaka berbentuk lurus (jalak) lekuk tiga disebut jangkung, hingga lekuk 13 yang dikenal sengkelat.
‘’Kami ingin tunjukan bahwa keris ini juga punya nilai seni, teknologi sampai materialnya,’’ ujar Judha.
Dia menambahkan, ratusan keris tersebut didatangkan dari sejumlah daerah. Mulai Ponorogo hingga Pulau Madura. Termasuk diorama pembuatan keris yang dilakukan salah satu pandai besi asal kabupaten. Si empu memperagakan proses pembuatan mulai pemilihan bahan, penempaan, hingga perapian, serta pembentukan keris. Ini menjadi daya tarik tersendiri bagi penonton.
‘’Keris ini aset, maka harus kita lestarikan dan wariskan kepada anak cucu. Supaya nantinya bisa melihat keris tidak dari gambar atau tulisan saja,’’ ungkapnya.
Tak sedikit pengunjung terpesona dengan keris yang dipamerkan. Hingga mereka menawar keris dengan harga puluhan hingga ratusan juta. Lantaran koleksi, seniman menolak halus lantaran keris merupakan warisan leluhur.
‘’Karena keris itu rasa, jadi harganya juga mahal dan yang suka juga tidak sedikit,’’ paparnya (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya