Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Tak Kuat Menahan Beban, Jembatan Darurat Patah saat Dilewati Puluhan Siswa

Budhi Prasetya • Senin, 24 Juli 2023 | 17:00 WIB

MENUNGGU PERBAIKAN: Warga harus memutar satu kilometer pasca jembatan darurat penghubung Desa Ketonggo-Kunti roboh Sabtu (22/7) lalu. (AJI PUTRA / JAWA POS RADAR PONOROGO)
MENUNGGU PERBAIKAN: Warga harus memutar satu kilometer pasca jembatan darurat penghubung Desa Ketonggo-Kunti roboh Sabtu (22/7) lalu. (AJI PUTRA / JAWA POS RADAR PONOROGO)
 

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun - Tak ada hujan maupun banjir, jembatan darurat penghubung Desa Ketonggo dengan Kunti di Kecamatan Bungkal rusak. Penyebabnya, jembatan bambu tidak kuat menahan beban puluhan pelajar yang melintas bersamaan Sabtu (22/7) lalu. Kendati penampang bambu patah menjadi dua bagian, seluruh siswa selamat.

Kepala Desa Kunti Kartono mengatakan, insiden itu terjadi pukul 08.45 WIB. Diperkirakan lebih dari 30 siswa SMPN 1 Bungkal tengah berkegiatan di luar kelas dan melintas di jembatan darurat tersebut. Namanya bocah, mereka menjadikan jembatan sebagai titian untuk lompat-lompatan. Hal itu membuat jembatan darurat yang kondisinya sudah cukup rapuh itu kian mengkhawatirkan.

‘’Digunakan njot-njotan, jembatan tidak kuat akhirnya roboh,’’ kata Kartono.

Kartono menyebut, terdengar nyaring suara ‘brak’ saat jembatan darurat roboh. Diikuti puluhan siswa yang melintas terjun bebas ke sungai. Saat itu debit air sungai mengering. Guru pendamping segera mengevakuasi seluruh siswa. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

‘’Siswa hanya mengalami luka ringan,’’ lanjutnya.

Jembatan darurat itu dibangun secara gotong-royong oleh warga Desa Ketonggo dan Kunti. Ini setelah jembatan permanen hanyut diterjang banjir beberapa tahun lalu. Jembatan tersebut bukanlah akses utama. Namun Kartono menilai keberadaan jembatan dibutuhkan warga untuk mempersingkat waktu tempuh dua desa. Tidak terkecuali menjadi akses penghubung fasilitas umum, seperti pasar dan lembaga pendidikan.

‘’Sementara ini warga harus memutar sekitar satu kilometer sambil nunggu perbaikan,’’ pungkasnya. (gen/kid)

Editor : Budhi Prasetya
#jembatan darurat #jembatan bambu #jembatan terbawa arus