PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Ratusan layang-layang beragam jenis menghiasi langit Ponorogo bagian barat. Layang-layang model segi empat, ular naga, hingga layang-layang reog mengudara di Lapangan Monumen Bantarangin, Dusun Tengah, Desa Somoroto, Kauman kemarin (23/7). Semarak festival layang-layang internasional itu menyedot animo warga berdatangan.
Wisnu Hadi Prabowo, ketua panitia mengatakan festival diikuti tak kurang dari 100 peserta dari berbagai daerah. Bahkan ada layang-layang khas Jepang turut mengudara. Ya, festival tersebut merupakan kolaborasi dengan NGO Laboratory for Global Dialogue, Jepang. Guna meningkatkan kerja sama pertukaran budaya antara Pemerintah Indonesia-Jepang.
‘’Jadi ini bukan lomba, kami memang sengaja ingin menerbangkan layangan bersama,’’ ungkap Wisnu.
Wisnu berharap kegiatan tersebut mampu menjadi agenda tahunan di Ponorogo. Mendorong kreativitas anak-anak serta hubungan baik dua negara (Indonesia-Jepang, Red). Termasuk mendorong ekonomi kreatif di daerah.
‘’Kreativitas anak-anak kami dorong lewat melukis di layang-layang dan kembali bermain layang-layang,’’ katanya
Abdul Rizki Panji Rustiantoro, warga desa setempat mengaku senang dapat layang-layang gratis. Dia turut menerbangkan layang-layang itu bersama warga lain. Baginya, layang-layang mampu membangkitkan memori bermain masa kecil dulu.
‘’Asik bisa menerbangkan layang-layang di sini, jadi ingat masa anak-anak dulu,’’ ungkap Abdul. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya