PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun - Warga Desa Kunti dan Ketonggo, Bungkal harus bersabar memutar satu kilometer. Atau membangun kembali jembatan darurat yang roboh Sabtu (22/7) lalu. Ini lantaran Dinas Pekerjaan Umum dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Ponorogo memastikan perbaikan jembatan penghubung dua desa tersebut belum masuk list perbaikan tahun ini.
Data DPUPKP Ponorogo menunjukkan daftar perbaikan jembatan mengantre. Selain Jembatan Kunti-Ketonggo, ada delapan jembatan lain yang sudah menunggu dan mendesak diperbaiki. Seperti Jembatan Nambak, Slahung, Siwalan, serta jembatan di wilayah lain yang putus dihantam bencana alam beberapa tahun belakangan.
‘’Dari situlah kami tentukan skala prioritas, Jembatan Ngrukem yang akan diperbaiki tahun ini,’’ kata Kepala DPUPKP Ponorogo Jamus Kunto Purnomo.
Baca Juga: Tak Kuat Menahan Beban, Jembatan Darurat Patah saat Dilewati Puluhan Siswa
Jamus menjelaskan, Jembatan Ngrukem mendesak diperbaiki lantaran merupakan akses utama. Pemkab setempat mengalokasikan anggaran senilai Rp 2,4 miliar dari pos belanja tidak terduga (BTT). Kendati demikian Jembatan Kunti-Ketonggo bakal diusulkan pada tahun anggaran berikutnya.
‘’Sebenarnya kapanpun kami siap mengeksekusi (perbaikan jembatan, Red), asalkan ada anggarannya,’’ tegasnya.
Jamus berharap masyarakat bersabar dengan kondisi saat ini. Apalagi penghubung Desa Kunti-Ketonggo masih memiliki akses lain. Meskipun harus memutar satu kilometer. ‘’Mudah-mudahan, jembatan lain segera bisa segera kami perbaiki,’’ tegasnya.
Seperti diketahui, Jembatan Kunti-Ketonggo putus saat dilewati puluhan siswa SMPN 1 Bungkal. Jembatan darurat berbahan bambu tersebut roboh tidak kuat menahan beban. Ditambah digunakan njot-njotan oleh para siswa. Beruntung, puluhan siswa yang terjun bebas ke sungai bersamaan putusnya jembatan darurat selamat. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya