PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun - Berbagai potensi peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) coba dipetakan. Saat ini, Pemkab Ponorogo tengah merumuskan berbagai peluang yang dapat digenjot demi peningkatan PAD. Termasuk merumuskan peningkatan target PAD tahun depan.
Kepala Badan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Ponorogo Sumarno membeberkan, realisasi PAD Ponorogo berkisar Rp 310 miliar per tahun. Capaian itu berasal dari seluruh sektor pendapatan sah yang masuk kas daerah. Seperti retribusi pajak, maupun potensi pendapatan lainnya.
‘’Kalau peningkatan, jelas ada peningkatan target PAD 2024 mendatang, nilainya berapa masih dalam proses perhitungan lintas OPD (organisasi perangkat daerah),’’ kata Sumarno.
Baca Juga: Target PAD Rp 1 Triliun Tahun Depan, Sugiri Sancoko : Optimis Bisa, Ini Bukan Bualan !
Sumarno menyatakan bahwa sejumlah potensi mampu menjadi sumber PAD tambahan. Diantaranya retribusi Pasar Legi yang sejak diresmikan belum dikenai retribusi lantaran terganjal proses serah terima hibah dari pusat.
Kemudian, Museum Reog dan Museum Peradaban (MRMP) yang saat ini tengah dalam proses pembangunan, serta rumah sakit baru di Bantarangin, Kauman.
‘’Nanti kami hitung, Disperdakum berapa dengan Pasar Legi, Dishub dengan retribusi parkir dan OPD lainnya,’’ lanjutnya.
Saat ini Pemkab setempat tengah merumuskan seluruh potensi. OPD yang masuk dalam potensial peningkatan PAD bakal dipanggil. Seperti Disperdakum, Dishub, hingga instansi lainnya. Guna menakar kemampuan tiap OPD membahas proyeksi PAD tahun depan.
‘’Karena PAD itu tidak bisa kami tentukan sendiri,’’ ungkapnya. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya