‘’Kalau kemarin Grebeg Suro dibuka di makam Batoro Katong, Ponorogo, penutupannya di Monumen Bantarangin,’’ ujar Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Ponorogo Judha Slamet Sarwo Edi.
Judha mengatakan, Festival Grebeg Tutup Suro tersebut menjadi satu rangkaian kegiatan Grebeg Suro lalu. Dipusatkan di Monumen Bantarangin yang dikenal dengan istilah kutho kulon itu. Seperti, ziarah makam sesepuh, reog, buceng porak, bedol pusaka hingga kirab budaya.
‘’Festivalnya dimulai tanggal 10 sampai 15 Agustus ini, puncaknya nanti ada kirab budaya dan pagelaran wayang kulit,’’ paparnya.
Judha berharap kegiatan budaya tersebut mampu menjadi magnet ekonomi Ponorogo. Menarik ribuan masyarakat ke sisi barat kabupaten ini. Sehingga mampu mendongkrak sektor perdagangan dan ekonomi warga lokal.
‘’Sekaligus kegiatan ini menjadi ajang pelestarian budaya dan transmisi ke generasi selanjutnya,’’ terangnya.
Judha turut menaruh harapan perayaan Grebeg Suro kian berkembang pada tahun-tahun selanjutnya. Dapat menjadi daya tarik internasional dan mengundang wisatawan dari berbagai dunia. Ditambah padu padan Festival Reog Nasional Ponorogo (FNRP) dan diakuinya Reog oleh UNESCO.
‘’Harapan kami tentunya Ponorogo semakin mendunia dengan budayanya,’’ pungkasnya. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya