PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Ponorogo kemarin (29/8). Hutan jati petak 80 H masuk Desa Tegalrejo, Pulung, milik Perhutani, terbakar. Kejadian yang berada persis di jalur alternatif Ponorogo-Trenggalek itu sempat mengganggu arus lalu lintas (lalin).
Kapolsek Pulung AKP Mujiono mengatakan, karhutla diketahui sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu, api telah menjalar dedaunan kering Pohon Jati seluas tiga hektare.
Asap pekat akibat kebakaran tersebut mengganggu pengendara yang melintas. Ini lantaran mengurangi jarak pandang pengemudi. Selain itu juga menimbulkan polusi udara.
‘’Petugas TNI/Polri, masyarakat dan relawan sampai Damkar bahu-membahu memadamkan api,’’ ujarnya.
Karhutla baru bisa diatasi sejam berselang. Polisi belum dapat memastikan penyebab kebakaran tersebut. Sementara ini, pihaknya menduga api berasal dari puntung rokok yang dibuang sembarangan.
Dugaan tersebut paling masuk akal mengingat kemarau menyebabkan dedaunan gugur dan rerumputan mengering sehingga mudah tersulut.
‘’Selain menggunakan truk damkar, api juga dipadamkan manual,’’ ungkapnya.
Di tempat lain, karhutla juga terjadi Senin malam (28/8) lalu. Yakni hutan rakyat di Desa Kunti, Sampung.
Kobaran api menjalar dan meluas hingga nyaris merembet ke permukiman warga setempat. Api diketahui muncul kali pertama pukul 13.00 WIB.
‘’Siang sudah padam, tapi malam sekitar pukul 20.00 api nyala lagi,’’ kata Kepala Desa Kunti Suraji.
Suraji mengungkapkan, kebakaran menghanguskan lebih dari dua hektare hutan rakyat. Titik api berjarak tak lebih 300 meter dari permukiman warga. Kondisi tersebut menyebabkan warga setempat panik dan berduyun-duyun memadamkan api.
Kebakaran diduga disebabkan ulah oknum tak bertanggung jawab yang hendak membuka lahan baru.
‘’Dibantu relawan dan BPBD, api tidak sampai merembet ke rumah warga,’’ pungkasnya. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya