PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun - Dinas Perhubungan (Dishub) Ponorogo menyiapkan sejumlah langkah untuk menindaklanjuti pemberantasan truk ODOL (over dimension overload).
Saat upacara peringatan Hari Perhubungan, Bupati Sugiri Sancoko menyebut jika truk ODOL menjadi biang kerusakan jalan.
Titik konsentrasi di Ponorogo timur, tepatnya di Kecamatan Jenangan dan Ngebel. Itu lantaran sejumlah truk ODOL bersliweran membawa muatan material tambang.
Plt Kepala Dishub Ponorogo Setyo Hari Sujatmiko mengatakan, langkah awal adalah melakukan koordinasi dengan instansi terkait termasuk kepolisian.
Baca Juga: Peringatan Hari Perhubungan, Kang Giri Singgung Truk ODOL Masih Bebas Melintas di Jalanan Ponorogo
Selanjutnya, menentukan strategi tindakan memberangus truk ODOL. Pasalnya, serangkaian tindakan maupun sosialisasi yang sebelumnya dijalankan tidak membuat pengemudi truk ODOL jera.
"Sebenarnya razia beberapa kali kami lakukan dengan instansi terkait. Termasuk pendekatan persuasif, kunjungan lokasi dan pemanggilan pengemudi, tapi karena keterbatasan wewenang nampaknya belum berhasil maksimal," kata Miko, kepada warawan Radar Ponorogo.
Ditanya soal rencana razia, Miko menjawab langkah penertiban itu menunggu hasil koordinasi lintas sektor.
Baca Juga: Tertibkan Truk ODOL yang Lewat Kota, Petugas Gabungan Tilang 10 Kendaraan
Kendati demikian, Miko tidak menampik penertiban truk ODOL tak semudah membalikkan telapak tangan. Lantaran itulah, pihaknya berharap adanya campur tangan perusahaan tambang.
Terutama terkait kepatuhan memenuhi komitmen izin angkutan mereka. Menurutnya, hal itu merupakan opsi yang paling efisien untuk memberantas truk ODOL.
"Kami akan melangkah, termasuk operasi lapangan sampai uji KIR. Harapannya tidak lagi ada ODOL," pungkasnya. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya