Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Atensi Krisis Air Bersih saat Kekeringan, Dewan Tawarkan Solusi Jangka Pendek dan Panjang

Budhi Prasetya • Sabtu, 23 September 2023 | 21:49 WIB

KEKERINGAN: Warga Dusun Sukun, Sidoharjo beradu cepat mengambil air bersih bantuan, beberapa waktu lalu. (DOKUMEN JAWA POS RADAR PONOROGO)
KEKERINGAN: Warga Dusun Sukun, Sidoharjo beradu cepat mengambil air bersih bantuan, beberapa waktu lalu. (DOKUMEN JAWA POS RADAR PONOROGO)

PONOROGOJawa Pos Radar Madiun - Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah tiap musim kemarau mendapat sorotan serius DPRD Ponorogo.

Warga di sejumlah kecamatan harus mengalami kekeringan saban tahun. Kondisi itu membuat wakil rakyat merasa prihatin.

Legislatif mendukung Pemkab setempat merumuskan formula khusus mengatasi persoalan tersebut.

Wakil Ketua DPRD Ponorogo Miseri Efendi menyatakan, penanganan jangka pendek dan jangka panjang mesti disiapkan Pemkab Ponorogo.

Seperti rutinitas dropping air bersih di wilayah-wilayah terdampak yang saat ini berjalan. Bila perlu, menggandeng pihak ketiga membantu pengiriman air bersih ke daerah terdampak.

Baca Juga: Fokus Penanganan Kekeringan dan Karhutla di Puncak Musim Kemarau

"Misalnya, perusahaan air minum isi ulang itu kan juga punya banyak tangki air. Kalau memang kekurangan sarana bisa menggandeng mereka mengirim ke warga membutuhkan bantuan,' kata Miseri.

Miseri turut menawarkan penanganan jangka panjang. Yakni, mengkaji wilayah krisis air bersih melalui sumur dalam. Opsinya, menggandeng tim peniliti geologi yang berkompeten. 

Politisi Demokrat itu menekankan tidak sekedar membangun sumur dalam, namun titik lokasi dan daya jangkau kebermanfaatan turut ditakar betul. Sehingga pembangunan sumur dalam tepat sasaran. 

"Diteliti dulu, apakah bisa sumur dengan kedalaman 800 sampai 1.000 meter itu dibangun di lokasi kekeringan, kalau bisa kan bagus sebagai sumber utama air baku warga,’’ ungkapnya.

Baca Juga: Warga Dusun Jenggring Andalkan Dropping Air Bersih, 27 Desa Dilanda Kekeringan

Miseri menambahkan, ketersediaan anggaran menjadi keberhasilan menuntaskan problem kekeringan. Pihaknya mendorong eksekutif sudi mengalokasikan APBD untuk pembangunan sumur dalam maupun mencukupi kebutuhan dropping air bersih.

Mencegah jauh lebih baik dari mengobati, Menurutnya kegiatan penghijauan harus terus digalakkan di kantong-kantong kekeringan. 

"Bisa tepi jalan-jalan ataupun lahan sekitar sumber air kembali direboisasi, itu tidak bisa ditoleransi lagi," tegasnya.

Tak sekedar menawarkan solusi, Miseri bakal terjun langsung ke lima dusun terdampak krisis air bersih.

Pihaknya ingin memastikan ribuan warga terdampak mendapat layanan terbaik dari Pemkab setempat untuk mencukupi kebutuhan air bersih.

"Akan kami inspeksi nanti sejauh mana penanganan Pemkab pada wilayah terdampak kekeringan," ujarnya.

Sebelumnya, BPBD Ponorogo mencatat 1.181 warga di lima dusun mengalami krisis air bersih. Yakni, Dusun Jenggring, Desa Duri, Slahung; Dusun Krajan, Desa Wates, Slahung; Dusun Sukun, Desa Sidoharjo, Pulung; Dusun Dungus, Desa Karangpatihan, Pulung; dan Dusun Watuagung, Desa Dayakan Badegan. (gen/kid)  

Editor : Budhi Prasetya
#krisis air bersih #kekeringan #ponorogo