Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Terjerat Benang saat Festival Layang-Layang, Hidung Bocah Umur Tujuh Tahun Ini Patah dan Mata Terluka

Budhi Prasetya • Senin, 2 Oktober 2023 | 19:00 WIB

MENUNGGU OPERASI: Kini DS mengeluhkan kesulitan melihat, pascainsiden terjerat benang layangan saat menonton festival layang-layang. (SUGENG DWI N./JAWA POS RADAR PONOROGO)
MENUNGGU OPERASI: Kini DS mengeluhkan kesulitan melihat, pascainsiden terjerat benang layangan saat menonton festival layang-layang. (SUGENG DWI N./JAWA POS RADAR PONOROGO)
 

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Festival layang-layang di Sirkuit Motor Cross, Kelurahan Kadipaten, Babadan yang digelar Minggu (17/9) lalu menyisakan trauma mendalam bagi DS.

Mata bocah tujuh tahun itu nyaris buta, tulang hidungnya patah dan harus menjalani operasi. Nasib nahas itu dialaminya lantaran terjerat benang layang-layang milik salah seorang peserta festival.

Luka di bagian wajah itu membuat bocah asal Desa Japan, Babadan, menangis sesenggukan menahan sakit di lokasi festival layang-layang.

"Saya syok diberitahu anak saya dibawa ke rumah sakit terkena layangan," ujar Sumawan, ayah korban kemarin (10/1).

Sumawan menceritakan, kejadian tersebut berawal saat dia dan anaknya melihat festival layang-layang. Anaknya sempat pamit beberapa saat untuk melihat layangan lain bersama teman-temannya.

Tak lama berselang, seseorang mengabarkan bahwa anaknya terjerat benang layang-layang dan harus dibawa ke rumah sakit.

"Waktu itu saya sedang memarkirkan motor dan anak saya izin pergi mencari temannya. Kira-kira ada layangan yang oleng dan benangnya mengenai anak saya, bagian hidung dan mata," terangnya.

Sumawan segera melarikan anaknya ke RSU Darmayu untuk mendapatkan perawatan. Dari pemeriksaan dokter, Sumawan mengatakan bahwa hidung anaknya patah.

Kondisi itu membuat bocah umur tujuh tahun itu harus dirujuk ke RSUD dr. Harjono Ponorogo untuk menjalani operasi bedah. Operasi dilakukan setelah korban menjalani perawatan selama lima hari.

‘’Operasi mulai 21.30-00.25. Saya sempat khawatir karena operasinya lebih lama dibanding pasien lainnya yang hanya satu jam,’’ ungkapnya.

Pasca operasi, kondisi hidung korban berangsur membaik. Namun, sampai kini anaknya mengeluhkan kesulitan untuk melihat.

Pupil mata kiri anaknya tergeser akibat tergores benang. Penanganan lebih lanjut dirujuk ke salah satu rumah sakit di Jogjakarta.

“Untuk mata nanti akan dilakukan operasi lanjutan di Jogjakarta,’’ katanya.

Kondisi kian memprihatinkan lantaran Sumawan terbentur masalah ekonomi. Ia mengaku kebingungan mencari biaya pengobatan untuk anaknya.

Meski ter-cover BPJS, ada beberapa obat maupun tindakan bedah yang perlu biaya mandiri. Sedangkan, Sumawan hanya mendapat uang kompensasi dari panitia sebesar Rp 1 juta.

“Harapan saya, masih ada iktikad baik lagi dari panitia untuk bantu pengobatan,” pungkasnya. (gen/kid)

 

 

Editor : Budhi Prasetya
#Hidung Patah #festival #layang layang #terjerat benang #ponorogo