Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Kekeringan Meluas, BPBD Gelontorkan 96 Ribu Liter Air Bersih Setiap Pekan 

Budhi Prasetya • Rabu, 4 Oktober 2023 | 19:00 WIB

 

KEKERINGAN: Warga Dusun Sukun, Desa Sidoharjo, Pulung mengambil air di lokasi dropping air bersih oleh BPBD Ponorogo. (SUGENG DWI N./JAWA POS RADAR PONOROGO)
KEKERINGAN: Warga Dusun Sukun, Desa Sidoharjo, Pulung mengambil air di lokasi dropping air bersih oleh BPBD Ponorogo. (SUGENG DWI N./JAWA POS RADAR PONOROGO)
 

PONOROGOJawa Pos Radar Madiun - Wilayah terdampak kekeringan di Ponorogo bertambah pada musim kemarau tahun ini.

BPBD Ponorogo menetapkan sembilan dusun di empat kecamatan mengalami krisis air bersih, kemarin (3/10). Wilayah terdampak semakin meluas sejak kekeringan Agustus lalu.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Ponorogo Masun, mengatakan pada Oktober ini, wilayah terdampak kekeringan bertambah tiga dusun.

Yakni, Dusun Tulakan, Desa Kambeng, Dusun Joso dan Dusun Bedog, Desa Wates. Ketiga wilayah kantong kekeringan tersebut berada di Kecamatan Slahung.

Baca Juga: Anggaran Dikepras Separo, Pembangunan Sumur Dalam Fokus Langganan Kekeringan

Menyusul enam dusun lain yang dua bulan terakhir mengajukan dropping air bersih (lihat grafis).

"Tiga dusun ini memang masuk peta potensi kekeringan yang kami petakan,’’ kata Masun.

Masun mencatat, ada satu wilayah baru yang tidak pernah masuk dalam daftar wilayah kekeringan sebelumnya. Yakni, Dusun Platang, Desa Krebet, Jambon.

Tahun ini dusun tersebut mengajukan dropping air bersih sejak Rabu (27/9) lalu. Krisis air bersih dirasakan 192 jiwa warga dusun tersebut. 

Baca Juga: Atensi Krisis Air Bersih saat Kekeringan, Dewan Tawarkan Solusi Jangka Pendek dan Panjang

"Dusun tersebut baru pertama ini mengalami kekeringan. Setelah ditelusuri petugas, penyebabnya sumber mata air mulai kering,’’ ujarnya.

BPBD Ponorogo harus menyiapkan 96 ribu liter air bersih tiap pekan untuk memenuhi kebutuhan di sembilan wilayah kekeringan.

Permintaan tersebut diperkirakan meningkat seiring musim kemarau yang diprediksi berakhir Desember mendatang. Molor dari prediksi sebelumnya yang diperkirakan berakhir bulan ini.

Baca Juga: Dilanda kekeringan, Warga Terpaksa Manfaatkan Air Sungai Meski Bercampur Lumut 

"Lokasi kekeringan mayoritas berada di wilayah perbukitan. Jadi petugas harus ekstra hati-hati saat menjalankan tugas,’’ ujarnya sembari mengimbau warga waspada terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (gen/kid)

 

DAMPAK KEKERINGAN MELUAS

Kecamatan Slahung

Dusun Jenggring, Desa Duri

Dusun Krajan Tengah, Desa Wates

Dusun Joso, Desa Wates

Dusun Bedog, Desa Wates

Dusun Tulakan, Desa Kambeng

Kecamatan Pulung

Dusun Sukun, Desa Sidoharjo

Dusun Dungus, Desa Karangpatihan

Kecamatan Badegan

Dusun Watuagung, Desa Dayakan

Kecamatan Jambon

Dusun Platang, Desa Krebet

Editor : Budhi Prasetya
#musim kemarau #dropping air bersih #kekeringan #ponorogo