Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Dekat Permukiman, Karhutla Bikin Panik Warga Dua Kecamatan di Ponorogo

Budhi Prasetya • Senin, 9 Oktober 2023 | 16:00 WIB

MEMBARA : Nyala api karhutla di Gunung Loreng berada dekat dengan permukiman warga. Kejadian diketahui pukul 13.00 WIB Sabtu siang (7/10) lalu. (BPBD UNTUK JAWA POS RADAR PONOROGO)
MEMBARA : Nyala api karhutla di Gunung Loreng berada dekat dengan permukiman warga. Kejadian diketahui pukul 13.00 WIB Sabtu siang (7/10) lalu. (BPBD UNTUK JAWA POS RADAR PONOROGO)
 

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun - Potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Ponorogo semakin meningkat seiring kemarau tahun ini.

Buktinya, insiden karhutla terjadi di Gunung Loreng masuk Dusun Krajan, Desa Caluk, Kecamatan Slahung, Ponorogo, Sabtu lalu (7/10).

Lokasi karhutla tersebut tergolong dekat dengan permukiman. Tak pelak, warga setempat pun sempat dibuat kalang kabut.

Han Muguk, warga setempat, menyebut bahwa kobaran api kali pertama diketahui pukul 13.00 WIB. Saat itu tampak asap putih muncul dari puncak Gunung Loreng.

Warga mengira hanya kebakaran kecil dan padam dengan sendirinya. Nyatanya, si jago merah mengamuk dan menjalar hingga mendekati permukiman warga di kaki gunung tersebut.

"Paling jaraknya tidak lebih lima ratus meter, dan rumah saya pas di bawah gunung," ucapnya.

Angin yang bertiup kencang menyebabkan api cepat membesar. Hingga hutan dan lahan di gunung tersebut membara merah dalam waktu singkat.

Warga dibantu perangkat desa, relawan, TNI-Polri, dan petugas pemadam kebakaran serta BPBD berjibaku memadamkan api. Tujuh jam berselang, api berhasil dipadamkan.

"Memadamkan pakai ranting, kemudian disusul petugas pemadam sama BPBD," ujarnya.

Kalaksa BPBD Ponorogo Masun mencatat, lima hektare hutan dan lahan di Gunung Loreng ludes terbakar.

Pihaknya menerjunkan satu unit tangki air untuk mengatasi karhutla di gunung tersebut. Beruntung, api tak sampai merembet ke permukiman warga setempat.

"Kepulan asapnya memang pekat dan mengganggu warga," kata Masun.

Masun menambahkan di hari yang sama, karhutla juga terjadi di petak 128A, RPH Bungkal, Desa Munggu, Kecamatan Bungkal, Ponorogo.

Api yang diketahui muncul pukul 10.00 WIB itu nyaris merembet ke permukiman warga yang hanya berjarak kurang dari 500 meter. Termasuk berpotensi merusak jaringan pipa air masyarakat setempat.

"Luas lahan yang terbakar sekitar tiga hektare, api  bisa dipadamkan sekitar pukul 16.00,’’ lanjutnya.

Kendati berhasil dipadamkan, Masun mengaku kesulitan mengidentifikasi penyebab kepastian dua karhutla di dua tempat berbeda tersebut.

Dugaan seperti puntung rokok, maupun dampak panas bisa saja terjadi meskipun kemungkinannya satu banding seribu.

"Intinya kami minta masyarakat, baik sekitar kaki gunung ataupun lainnya untuk berhati-hati agar tidak terjadi kebakaran," tegasnya. (gen/kid)

Editor : Budhi Prasetya
#karhutla #kebakaran #hutan #ponorogo