PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Status zero pasung di Ponorogo tak bertahan lama. Usai rampung bebaskan ratusan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), kini Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat dihadapkan tantangan.
Pasalnya, masih saja ada warga yang tega membelenggu orang yang mengalami gangguan kejiwaan. Sedikitnya tujuh ODGJ kembali dipasung oleh keluarga mereka.
Kepala Dinkes Ponorogo Dyah Ayu Puspitaningarti mengatakan bahwa tujuh penyintas ODGJ re-pasung itu tersebar di sejumlah wilayah.
Seperti Kecamatan Ngrayun, Sampung, serta Kecamatan Jambon.
Baca Juga: Cetuskan Program Penanganan ODGJ, Kelurahan Taman Libatkan Babinkamtibmas dan Babinsa
Mayoritas berusia lansia dengan kondisi emosi labil. Mereka kerap mengamuk di lingkungan tempat tinggalnya.
"Keluarga takut mengganggu masyarakat jadi terpaksa dipasung lagi,’’ kata Dyah.
Dyah memastikan temuan tersebut menjadi atensi khusus. Pihaknya menugaskan kader untuk menjalin komunikasi intens dengan keluarga. Termasuk melakukan pendekatan medis lainnya.
Baca Juga: Sulap RS Darurat Jadi Poliklinik Jiwa untuk Tangani ODGJ Ringan
Goal-nya tujuh pasien tersebut dapat kembali bebas dan bergaul dengan masyarakat. Terpenting, Ponorogo kembali bebas pasung 2024 mendatang.
"Target kami tiga bulan ini sudah selesai di rehabilitasi. Jadi bisa bebas kembali dan diterima masyarakat,’’ paparnya usai kegiatan peringatan Hari Kesehatan Mental Dunia di Gedung Sasana Praja kemarin (10/10).
Selain rehabilitas medis, Dyah membeber pentingnya pendekatan sosial masyarakat. Upaya itu demi mengantisipasi adanya pengucilan, cemooh, serta konflik sosial.
Baca Juga: Puluhan Pasien ODGJ Unjuk Kebolehan Menari-Baca Puisi
Dia berharap masyarakat sudi kembali menerima mereka.
"Di Ponorogo ada 12 posyandu kesehatan jiwa, di sana kader berkumpul dan berinteraksi dengan penyintas ODGJ. Kedepan harapan kami semua 31 puskesmas ada posko itu,’’ tegasnya. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya