Pendaftar PPPK Melimpah, Formasi Dokter Spesialis Nihil Pelamar Dua Tahun Berturut-turut
Budhi Prasetya• Jumat, 13 Oktober 2023 | 15:30 WIB
CEK-RICEK: Petugas BKPSDM Ponorogo melakukan pemantauan pada perpanjangan waktu pendaftaran seleksi PPPK.
PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun - Meski jumlah pendaftar membludak, kuota formasi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tidak sepenuhnya terisi.
Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Ponorogo mencatat masih ada formasi yang nihil pendaftar. Salah satunya, kuota disabilitas yang dibuka di seluruh formasi PPPK tahun ini.
Kepala BKPSDM Ponorogo Andi Susetyo membeberkan, terdapat 2.427 pendaftar PPPK. Perinciannya, 734 peserta tenaga teknis, 725 pelamar tenaga pendidikan dan 968 tenaga kesehatan (nakes).
Total pelamar tersebut lebih dari dua kali formasi PPPK yang dibuka Pemkab setempat tahun ini di angka 912 lowongan.
"Animonya sebenarnya cukup bagus. Rata-rata dua kali lipat walaupun di beberapa formasi ada yang pelamarnya satu bahkan nol,’’ kata Andi.
Formasi nakes misalnya, dari 447 formasi yang dibuka sebanyak tujuh formasi nihil pelamar. Yakni, enam dokter spesialis serta satu formasi ahli pertama penata anestesi.
Kekosongan serupa juga terjadi pada seleksi CPNS 2022 lalu. Padahal, Pemkab sengaja menempatkan lowongan tersebut di kategori umum dengan harapan diisi pelamar dari luar Ponorogo.
"Yang dokter spesialis memang agak sulit. Waktu pembukaan CPNS lalu juga tidak ada pelamar, dan kali ini hasilnya juga tidak jauh berbeda,’’ terangnya.
Kekosongan formasi juga terjadi pada PPPK tenaga teknis. Dari 214 formasi yang dibuka, empat diantaranya kosong tanpa pelamar.
Kondisi itu, berbanding terbalik dengan formasi ahli pertama pranata komputer, dari 23 formasi diisi 164 pelamar.
"Kekosongan akan kami laporkan ke BKN (Badan Kepegawaian Nasional) untuk ditata kembali dan dikaji pada rekrutmen mendatang,’’ ungkapnya.
Sedangkan formasi guru terisi seluruhnya oleh pelamar. Kecuali, tujuh kuota disabilitas pada formasi guru nihil pendaftar.
Hal serupa juga terjadi pada formasi tenaga teknis, tujuh kuota disabilitas yang dibuka nihil pendaftar.
Sedangkan, empat kuota disabilitas pada formasi nakes hanya diisi satu pelamar. Padahal, Pemkab setempat tahun ini membuka 18 kuota jalur disabilitas di seluruh formasi PPPK.
‘’Saat ini kami sedang melakukan verifikasi administrasi, nanti kalau memenuhi syarat akan diumumkan pada 15 Oktober mendatang,’’ pungkasnya. (gen/kid)