Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Ponorogo Pride! MZ Kajubi, Komandan Pertama Banser yang Dikenal Gigih Berjuang

Budhi Prasetya • Sabtu, 21 Oktober 2023 | 15:00 WIB

KHARISMATIK: Siti Khomariah menunjukan foto MZ Kajubi, suaminya, saat menjabat sebagai Komandan Banser pertama. (SUGENG DWI N./JAWA POS RADAR PONOROGO)
KHARISMATIK: Siti Khomariah menunjukan foto MZ Kajubi, suaminya, saat menjabat sebagai Komandan Banser pertama. (SUGENG DWI N./JAWA POS RADAR PONOROGO)
 

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun - Layaknya santri yang gigih bergabung dalam barisan pejuang, nama Muhammad Zaenudin Kajubi terukir kuat dalam benak masyarakat Ponorogo.

Pria kelahiran Desa Pengkol, Kecamatan Kauman, Ponorogo 1 Januari 1926 silam itu merupakan salah satu tokoh penting pendiri Barisan Serbaguna (Banser).

MZ Kajubi tercatat sebagai komandan pertama lembaga semi otonomi Gerakan Pemuda (GP) Ansor tersebut.

‘’Dulu Bapak (MZ Kajubi, Red) memang gemar berorganisasi saat masih muda,’’ ujar Najib Farid, putra ketiga MZ Kajubi.

MZ Kajubi, putra pasangan Abu Hasan-Sringatun itu menjadi salah satu pionir pendiri Banser di Blitar pada masa awal kemerdekaan.

Samar ingatan Farid tentang masa perjuangan ayahnya itu. Setelah lulus SD di Ponorogo, Kajubi muda memilih belajar ilmu agama di salah satu Pondok Pesantren Desa Waung, Kecamatan Baron, Nganjuk.

Kajubi muda menyerap ilmu agama dari Kiai Sholeh,. Dia juga diangkat anak oleh Kiai Iskak saat masih mondok.

"Bapak selalu mewanti-wanti kepada keluarga, pentingnya bekal ilmu agama,’’ ujarnya.

Selain belajar agama, Kajubi muda aktif dalam organisasi. Bahkan dia juga aktif dalam dunia kemiliteran, seperti bergabung dalam barisan Hizbullah.

Namun, dia memutuskan berhenti dari aktivitas kemiliteran tersebut pasca Indonesia merdeka 1952 silam.

Ia kemudian kembali ke Ponorogo dan diangkat menjadi staf Kantor Urusan Agama (KUA) di Kecamatan Jenangan. Tak lama berselang, Kajubi pindah tugas ke Bagian Urusan Agama Islam (Urais) Kemenag Blitar.

Tak hanya urusan pemerintahan, saat itu Kajubi juga aktif menjadi Ketua Pandu Ansor NU hingga Sekretaris PCNU Blitar.

Kondisi Indonesia bergejolak saat pemberontakan PKI era 60-an. Seluruh PC GP Ansor se-Karesidenan Kediri membentuk Komando Daerah (Komda), cikal bakal Banser.

Saat itu, Kajubi menjadi salah satu pionir pendiri sekaligus ditunjuk sebagai komandan pertama.

"Saat itu ada gejolak PKI,  akhirnya seluruh PC GP Ansor se Karesidenan Kediri membentuk Komando Daerah (Komda) dan bapak ditunjuk sebagai ketuanya,’’ terangnya.

Jelas di ingatan Farid, saat itu rumahnya di Jalan Semeru, Blitar, disulap sebagai markas Banser. Komando sempat berpindah ke bekas pabrik limun yang tak jauh dari lokasi kediamannya.

Saat itu, setiap pagi Kajubi gemar melatih pasukannya baris-berbaris hingga kegiatan lain.

"Dulu masih ada plakat namanya, kantor Banser di bekas pabrik limun itu. Jadi ingat walaupun saat itu masih SD,’’ kenangnya.

Saat bertugas, Kajubi didampingi istri setianya, Siti Khomariah. Perempuan kelahiran 1942 tersebut juga membantu segala persiapan untuk perang. Tidak terkecuali, support dan doa saat Kajubi memimpin pasukan.

"Dulu saat melawan PKI, Bapak juga meng-komando Banser untuk membantu TNI,’’ kata Siti.

Di akhir masa tuanya, Kajubi memboyong keluarga kembali ke Ponorogo 1979 silam. Dia menghembuskan nafas terakhir 2 Desember 1983.

Almarhum meninggalkan sembilan putra dan dimakamkan di TPU Kelurahan Taman Arum Ponorogo.

Namanya diabadikan dalam tugu prasasti bertuliskan ‘di sini dimakamkan MZ Kajubi salah satu pendiri banser/komandan banser pertama’ di TPU tersebut.

Di prasasti tersebut tersemat pula bendera merah putih, lambang Nahdlatul Ulama (NU), GP Ansor, dan Banser.

‘’Dulu rumah kami di sekitaran Jalan Raden Saleh, Taman Arum, Ponorogo,’’ tutupnya. (gen/kid)

Editor : Budhi Prasetya
#banser #MZ Kajubi #ponorogo #Pemberontakan PKI