Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Gus Afif Telaten Bimbing Santri Lansia

Budhi Prasetya • Sabtu, 21 Oktober 2023 | 15:30 WIB

GUS MOHAMMAD AFIF HIMAWAN. (SUGENG DWI N/JAWA POS RADAR PONOROGO)
GUS MOHAMMAD AFIF HIMAWAN. (SUGENG DWI N/JAWA POS RADAR PONOROGO)
 

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Di tangan para Gus (putra Kiai, Red), tersemat harapan besar menjaga estafet perjuangan para pendahulu. Pendekatan terhadap generasi muda menjadi tantangan khusus, mengingat zaman yang terus berkembang.

Bagi Gus Mohammad Afif Himawan alias Gus Afif, pengasuh Pondok Pesantren (ponpes) Assyafi’iyah Durisawo, Ponorogo, tantangan tersebut tak hanya berlaku dalam mendidik generasi muda maupun santri.

Gus Afif menilai pentingnya pembekalan ilmu agama kepada ibu-ibu terutama lanjut usia (lansia).

‘’Ibu-ibu sekalipun lansia belajar Quran bisa menjadi teladan bagi anak-anaknya bahwa usia bukan penghalang memperdalam ilmu agama,’’ kata Gus Afif.

Gus Afif, memulai syiar ngaji bersama ibu-ibu sejak beberapa tahun terakhir. Berawal dari beberapa permohonan mengisi pengajian lingkungan, kini 200 hingga 300 jamaah aktif bergantian datang ke tempatnya saban saban minggu.

Para jamaah itu ingin belajar membaca Quran dan fikih praktis. Tak hanya dari Ponorogo, sejumlah jamaah juga berasal dari daerah tetangga, seperti Madiun hingga Surabaya.

‘’Satu minggu biasanya tiga kali, dibagi antara yang sudah mahir, setengah mahir dan dasar,’’ ungkap Gus Afif.

Tak kalah menantang mengajar ngaji generasi muda, santri lansia justru lebih susah-susah gampang. Meski lebih serius dalam belajar, namun fisik yang telah menua menjadi tantangan sendiri.

Mereka cenderung susah melafalkan ayat Al Quran lantaran lidah yang mulai kaku. Berbeda dengan anak-anak yang mudah meniru dan mengingat pelajaran yang disampaikan.

‘’Tentu asalkan mau dan niat belajar pasti akan kami tuntun ilmunya,’’ jelas cucu kelima KH. Abu Dawud- pendiri Pondok Pesantren Assyafi'iyah Durisawo Ponorogo itu.

Selain mengajar ngaji di pondok, tak jarang aktivitas kegiatan tersebut juga berpindah ke satu tempat dan lainnya. Setiap 35 hari sekali pembelajaran bakal dilakukan di wilayah-wilayah jamaah. Disambi kegiatan istighozah, hingga pengajian.

‘’Mungkin ini santri ibu-ibu terbanyak yang pernah kami ampu,’’ kata Ketua Jamiatul Qurro Wal Kufat NU Ponorogo tersebut.

Pria kelahiran 10 September 1985 itu mengaku bersyukur terlahir di lingkungan pesantren. Ketertarikannya mendalami ilmu agama dirasakan Gus Afif sejak kecil.

Mulai lulus SD 1999 silam, beberapa kali pindah-pindah pesantren, seperti Tulungagung, Kediri, hingga Surabaya.

‘’Terakhir di Surabaya, dan kembali ke Ponorogo 2012 lalu,’’ tambah suami Ning Naila itu. (gen/kid)

Editor : Budhi Prasetya
#Durisawo #ponpes #santri #gus afif #ponorogo