PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Dampak kekeringan masih terasa meskipun hujan empat mengguyur deras wilayah Ponorogo, Senin (23/10) lalu.
Bahkan, BPBD setempat mencatat dampak kekeringan semakin meluas di tengah peralihan musim ini.
Krisis air bersih melanda 1.013 kepala keluarga (KK) terdiri dari 3.730 jiwa di 12 dusun terdampak.
Baca Juga: Krisis Air Bersih Meluas ke Enam Kecamatan, Status Kekeringan Naik ke Awas
Kalaksa BPBD Ponorogo Masun menyebut pihaknya mengirim 162 ribu liter air bersih ke wilayah terdampak tiap pekan.
Meluasnya krisis air bersih terjadi sepekan terakhir. Di Dusun Joso, Desa Wates, Slahung misalnya, dari sebelumnya 25 KK meluas menjadi 145 KK atau setara 400 jiwa.
"Penyebarannya ada di enam kecamatan dan 10 desa,’’ ujar Masun.
Baca Juga: Kekeringan Meluas, BPBD Gelontorkan 96 Ribu Liter Air Bersih Setiap Pekan
Masun menjelaskan, hujan yang mengguyur sebagian wilayah di kabupaten ini merupakan hujan lokal.
Mendasar rilis BMKG, musim penghujan diperkirakan terjadi pada pekan kedua November mendatang.
"Masa transisi memungkinkan hujan deras muncul sesaat, tapi secara umum belum berdampak bagi wilayah kekeringan,’’ ungkapnya. (gen/kid)
KANTONG KEKERINGAN
Kecamatan Slahung
Dusun Jenggring, Desa Duri
Dusun Krajan, Tengah Desa Wates
Dusun Joso, Desa Wates
Dusun Bedog, Desa Wates
Dusun Tulakan, Desa Kambeng
Kecamatan Pulung
Dusun Basecam, Desa Sidoharjo
Dusun Dungus, Desa Karang Patihan
Kecamatan Jambon
Dusun Platang, Desa Krebet
Dusun Sidowayah, Desa Sidoarjo
Kecamatan Badegan
Dusun Watuagung, Desa Dayakan
Kecamatan Bungkal
Dusun Bungur, Desa Munggu
Kecamatan Sawoo
Dusun Pangkal, Desa Pangkal
(Sumber: BPBD Ponorogo)
Editor : Budhi Prasetya