Terselip kisah haru usai prosesi wisuda yang digelar Universitas Muhammadiyah Ponorogo (Umpo). Diky Candra, seorang wisudawan yang masih mengenakan baju toga lengkap langsung mendatangi makam istrinya, Ratri Nawang Wulan. Inilah cerita lengkap dan sosok Diky yang kisahnya sempat diabadikan dalam video dan mengetuk hati netizen di jejaring sosial.
============================
DIKY Candra bergegas meninggalkan Gedung Expotorium Umpo setelah prosesi wisuda usai. Sekuat tenaga dirinya memendam kebahagiaan. Berbeda dengan teman-temannya yang terlihat riang gembira merayakan kelulusan bersama keluarga.
Setelah mengantar ayahnya pulang di Desa Sambirejo, Puhpelem, Wonogiri, Jateng, Diky yang masih mengenakan toga lengkap langsung menuju ke makam istrinya, Ratri Nawang Wulan. Itu dilakukan untuk memenuhi pesan terakhir pasangan tulang rusuknya sebelum pergi untuk selamanya 3 Agustus lalu.
"Saya bisa lulus dan wisuda ini berkat dukungan istri. Jadi setelah pulang saya langsung ke makam untuk bisa foto bersama dia,’’ ucapnya haru.
Diky tercatat sebagai mahasiswa Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Umpo. Sembari kuliah, dia nyambi sebagai sopir truk di toko bangunan milik keluarganya.
Ketika itu, Diky mengaku belum sungguh-sungguh berkuliah. Namun hal itu berubah drastis setelah dekat dengan Wulan.
Meskipun wanita itu teman lama di SMAN 1 Purwantoro, namun Diky baru mengenalnya lebih dekat saat duduk di bangku mahasiswa.
"Dia dulu adik kelas saya di SMAN 1 Purwantoro, Wonogiri. Tapi tidak pernah komunikasi,’’ ujarnya.
Kenal dekat dengan Wulan empat bulan, Diky menunjukkan keseriusan sebagai laki-laki. Dia ingin lanjut ke jenjang pernikahan.
Keluarga Wulan sempat menolak lantaran masih kuliah. Diky tak patah arang, perasannya tetap tulus kepada Wulan. Hingga akhirnya, keluarga memberikan restu.
18 Juli 2022 lalu, Diky resmi meminang Wulan. Pun pasangan muda itu tetap menjadi mahasiswa aktif.
"Ketika itu tetap tidak fokus kuliah, meski sudah didukung istri,’’ ucapnya.
Perasaan bahagia dirasakan pasangan Diky-Wulan saat dikaruniai momongan. Wulan harus ambil cuti selama hamil.
Kesehatan sang istri dan kehamilan terbilang baik, bahkan terlihat lebih fit dari biasanya. Saat memasuki usia hamil tua, Wulan berpesan kepada Diky agar segera menyelesaikan kuliah yang tinggal skripsi.
"Istriku bilang, segera selesaikan kuliahnya sebagai kado kehamilan ini. Itu yang membuat saya semangat selesaikan skripsi,’’ ceritanya.
Singkat cerita, Diky menuntaskan skripsi dan mendapat jadwal sidang 27 Juli lalu. Dia harus bolak-balik Wonogiri-Ponorogo.
Selang dua hari, Diky mengantar istrinya periksa ke salah satu rumah sakit di Wonogiri. Dokter menyarankan rawat inap lantaran memasuki hari perkiraan lahir (HPL).
Keesokan harinya bertepatan dengan jadwal sidang skripsi, si buah hati lahir, Leona Mustika Candra Gumilar, nama yang dipilih Diky dan istrinya.
"Hampir saya membatalkan sidang. Tapi istriku meyakinkanku untuk tetap berangkat sidang,’’ ungkapnya.
Di tengah perjalanan menuju kampus, Diky mendapat kabar bahwa istri dan bayinya diizinkan pulang. Keluarga membawa pulang meskipun saat itu kondisinya belum benar-benar pulih.
"Entah ada cobaan apa, hasil sidang saya tidak lulus. Karena data yang saya presentasikan tidak sama dengan yang di skripsi,’’ imbuhnya.
Diky pulang ke rumah dengan langkah berat. Khawatir istrinya kecewa dengan hasil sidang skripsi.
Namun ternyata Wulan justru memberikan semangat agar Diky tak menyerah. Skripsi selesai, ganti kesehatan Wulan semakin hari melemah.
Di bawa ke RS tidak mau, istrinya pilih dipanggilkan dokter dan bidan. Hasil pemeriksaan tak ada tanda-tanda mengkhawatirkan.
Tepat tujuh hari pasca persalinan, 3 Agustus lalu, istrinya merasakan sesak napas.
‘’Ke klinik terdekat untuk dibantu oksigen. Tidak lama kondisinya semakin lemas, kemudian dibawa ke RS tempat melahirkan. Di tengah perjalanan sudah tidak ada (meninggal, Red),’’ kenangnya.
Diky merasa hancur-sehancurnya, kuliah selesai berkat dukungan istri dan baru saja dikaruniai anak cantik jelita. Namun harus kehilangan istri tercinta.
Sempat putus asa tak ingin menghadiri undangan wisuda, namun pesan terakhir istrinya yang akhirnya menguatkan Diky.
Pun dia memenuhi janjinya, menuntaskan kuliah. Usai wisuda, Diky segera menyambangi makam sang istri.
‘’Saya penuhi pesan istri saya sebelum tiada, orang yang selalu memberikan semangat. Istriku, damailah di surga-Nya,’’ tutupnya sembari air mata berlinang. *** (fac/kid)
Editor : Budhi Prasetya