PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Kasus perampokan berdarah di Hotel Harmoni, Desa Gondowido, Ngebel, Ponorogo perlahan terkuak. Kasmirah, pemilik Hotel Harmoni sekaligus korban sempat menjabarkan cerita sadis yang menimpanya Kamis (2/11).
Sukanto, suami Kasmirah mengatakan, sebelum dibawa ke RSUD dr Harjono Ponorogo, istrinya sempat mendapat penanganan pertama di puskesmas setempat pasca kejadian di Hotel Harmoni.
Saat itu, dia menceritakan pelaku pembacokan dan perampasan kalung emasnya itu dilakukan oleh seorang perempuan paruh baya. Bahkan saat itu, dia sempat mengambil gambar kartu identitas perempuan yang hendak menginap di kamar hotel yang dikelolanya itu.
‘’Sempat di foto KTP-nya tapi tidak tahu itu asli atau palsu,’’ ujar Sukanto.
Baca Juga: Luka Bacok 20 Sentimeter di Leher, Korban Perampokan di Hotel Harmoni Ngebel Ponorogo Masih Hidup
Dia menambahkan, sesaat sebelum kejadian, pelaku tersebut berencana menginap dengan teman prianya di Hotel Harmoni. Pun setelah lama dinanti di kamar, teman prianya itu tak kunjung datang.
Hingga, pelaku memanggil Kasmirah memastikan keberadaan teman prianya itu. Sekira pukul 13.00, saat itu terjadilah perampokan dan pembacokan tersebut.
‘’Saat masuk kamar, kalung ditarik mungkin ibu melawan dan terjadi kejadian itu,’’ jelasnya.
Senjata tajam yang digunakan menggorok leher istrinya, Sutanto menduga benda tersebut dibawa pelaku. Dia memastikan di hotelnya tidak ada pisau atau senjata tajam sejenisnya. ‘’Mungkin pisau,’’ ujarnya.
Sutanto menambahkan, saat kejadian istrinya menjaga hotel seorang diri. Biasanya, dia membantu menjaga kendaraan yang parkir di hotel. ‘’Saya biasanya bantu jaga parkir saat pagi saja, kalau siang ibu (Kasmirah) biasa jaga sendiri,’’ ungkapnya. (gen/kid)
Baca Juga: Breaking News! Perampokan Hotel di Ngebel Ponorogo, Korban Dibacok lalu Dikunci di Kamar
Editor : Nur Wachid