PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun - Kondisi kesehatan Kasmirah, pemilik Hotel Harmoni, Desa Gondowido, Ngebel yang menjadi korban perampokan dan pembacokan semakin drop.
Tim medis RSUD dr. Harjono Ponorogo merujuk korban ke RSUD dr. Moewardi, Solo, Jawa Tengah kemarin (3/11).
Ini lantaran luka sayat sepanjang 20 sentimeter di leher korban dari senjata tajam pelaku kian mengkhawatirkan.
Kabid Humas RSUD dr Harjono Sugianto mengatakan, pertimbangan rujukan tersebut dilakukan dokter usai melakukan observasi mendalam terhadap kondisi korban.
Selain kekurangan darah akibat pembacokan, luka leher Kasmirah juga dinilai rawan. Sehingga membutuhkan penanganan medis lanjutan.
"Apalagi bagian leher juga banyak jaringan sarafnya yang harus ditangani serius dengan peralatan lebih tinggi,’’ kata Sugianto.
Sebelum dirujuk kondisi korban lemah. Kadar hemoglobin menurun di angka 9,2 gram/dL dari normalnya 12-15 gram/dL.
Baca Juga: Luka Bacok 20 Sentimeter di Leher, Korban Perampokan di Hotel Harmoni Ngebel Ponorogo Masih Hidup
Upaya pemberian tambahan darah belum cukup menaikkan kadar hemoglobin korban.
"Sebenarnya kondisinya cukup baik, bisa diajak komunikasi tapi dalam keadaan lemah karena banyak keluar darah dan cairan,’’ ujarnya.
Kasmirah sempat menjlentrehkan kejadian yang menimpanya pada Sukanto, suaminya. Itu saat dirinya dirawat di puskesmas sebelum dirujuk ke RSUD dr. Harjono Ponorogo.
Korban menceritakan pelaku pembacokan dan perampasan kalung emasnya adalah seorang perempuan paruh baya.
Kasmirah sempat mengambil gambar kartu identitas perempuan yang hendak menginap di kamar hotelnya tersebut.
"Sempat difoto KTP-nya tapi tidak tahu itu asli atau palsu,’’ ujar Sukanto.
Pelaku berencana menginap dengan teman prianya. Setelah dinanti di kamar, teman prianya tersebut tak kunjung datang.
Baca Juga: Korban Perampokan Hotel Harmoni, Ngebel, Ponorogo Sempat Ambil Foto KTP Pelaku
Perempuan misterius tersebut kemudian memanggil Kasmirah. Tak diduga sebelumnya, perempuan itu merampas kalung emas yang dikenakan Kasmirah.
"Saat masuk kamar, kalung ditarik mungkin ibu melawan dan terjadi kejadian itu (pembacokan, Red),’’ jelasnya.
Pelaku kabur membawa perhiasan dan mengunci korban di kamar. Polisi masih memburu pelaku, termasuk mendalami motifnya.
Dari hasil olah TKP sementara, kuat dugaan motif mengarah pada pencurian dengan kekerasan. Artinya, sementara ini belum ditemukan adanya unsur maupun keterkaitan hal lain dalam kejadian tersebut.
"Kami masih melakukan penelitian, juga mencari kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian. Kalau modus umumnya 365 (pencurian dengan kekerasan, Red),’’ jelas Kasatreskrim Polres Ponorogo AKP Rio Pradana. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya