PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo - Ribuan masyarakat tumpah ruah di alun-alun Ponorogo Kamis (9/11) malam. Antusias mereka ingin jadi saksi haul peringatan 10 tahun berdirinya Mafia Salawat yang diperingati di Ponorogo. Sekaligus ikuti pengajian KH. M. Ali Shodiqin atau Abah Ali, atau Gus Ali Gondrong.
Sambutan hangat para Mafia Salawat (sebutan jamaah Gus Ali Gondrong) tergambar sejak sore hari. Mulai pukul 17.30 sejumlah jamaah mulai padati pusat kota Ponorogo. Hingga tiga jam berselang kehadiran, Gus Ali disambut rindu para muslimin yang menunggu.
Gus Ali mengatakan saat ini Indonesia sedang alami dua kedaruratan. Yaitu radikal, pun meminta jamaah berhari-hari dalam menjaga kemasyarakatan. Kedua Indonesia darurat korupsi, hingga dibutuhkan pimpinan yang kerja nyata. Dan pengalaman yang buat perubahan mendatang. '''Kita orang NU jangan mau di kadalin, darurat korupsi kita butuh pemimpin yang baik kedepan, kita butuh perubahan, tapi sebuah realita dan pengalaman untuk Indonesia kedepan,'' katanya.
Menyikapi tahun politik 2024, Gus Ali berpesan kepada Mafia Salawat cermat dalam memilih pemimpin, terutama Presiden dan Wakil Presiden. Rekam jejak, integritas dan kapasitas Calon Presiden-Calon Wakil Presiden (Capres-Cawapres) menjadi hal yang perlu diperhatikan oleh rakyat.
Pengajian dan sholawatan dengan tema mengetuk pintu langit, berteduh indahnya shalawat itu, sedianya akan dihadiri oleh bakal calon presiden (bacapres) dari PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo. Namun padatnya jadwal membuat mantan Gubernur Jawa Tengah itu batal hadir. Gantinya, dia menyapa ribuan jamaah pengajian lewat Zoom layar raksasa di panggung. ''Saya minta maaf tidak bisa hadir dalam acara sholawatan ini,'' kata Ganjar Pranowo lewat Zoom.
Ganjar mengaku rindu dengan Ponorogo. Tak terkecuali masyarakat bumi reog dan kelezatan sate Ponorogo. Kagum, termasuk pada budaya Reog yang saat ini mendunia. ''Saya di Jawa Tengah juga sering sekali di hibur dengan budaya reog. Ini luar biasa akar budayanya tinggi sekali,'' jelasnya.
Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan Ganjar Jatim, Budi Kanang Sulistyono menambahkan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko sudah berupaya untuk menghadirkan Mas Ganjar dan Pak Mahfud MD dalam peringatan haul Mafia Sholawat ini. Namun padatnya agenda capres dan cawapres tak memungkinkan kehadirannya di bumi reog. ''Sehingga malam ini kita semua datang di acara sholawat dan doa untuk negeri ini. Kita kawal bersama, dengan Bupati Sugiri Sancoko dan Gus Ali Gondrong,'' ungkap mantan Bupati Ngawi 2 periode tersebut.
Disinggung fokus pemenangan di Mataraman, Kanang memastikan Ganjar-Mahfud siap unggul. Apalagi survei nasional saat ini menempatkan pasangan tersebut di puncak. Hingga sisakan dorongan dongkrak kemantapan kemenangan mendatang. '' kami rasa masyarakat sudah mengerti bagaimana indonesia kedepan dan siapa yang harus pimpinan dan kelola saya rasa masyarakat sudah pintar tanpa harus kita arahkan, pressure, intimidasi,'' tambahnya. (*)
Editor : Nur Wachid