PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun - Tahapan kampanye Pemilu 2024 resmi dimulai hari ini (28/11).
Peserta Pemilu diberikan kesempatan menyampaikan gagasan dan program guna menggaet simpati masyarakat.
Baik itu melalui pertemuan terbatas, maupun pengumpulan massa di tempat umum.
"Sudah dimulai untuk masa kampanyenya hari ini sampai 10 Februari 2024 nanti,’’ kata Komisioner KPU Ponorogo Arwan Hamidi.
Baca Juga: Tak Hanya ASN, Aparatur Pemerintah Desa Juga Harus Netral dalam Pemilu, Tak Boleh Pengaruhi Warga
Masa kampanye turut mendapat pengawasan dari Bawaslu Ponorogo. Badan Pengawas Pemilu tersebut telah menerima jadwal kampanye dari sepuluh partai politik (parpol).
Sementara sisanya, delapan parpol lainnya diperkirakan menyusul mengirimkan jadwal kampanye.
"Pengawasan melekat, baik petugas di kecamatan ataupun di desa. Kami minta serius mengawasi kampanye di daerah masing-masing,’’ tegas Ketua Bawaslu Ponorogo Bahrun Mustofa.
Baca Juga: Dua Warga Pacitan Wadul Bawaslu, Ada Oknum ASN Tak Netral?
Tak sekedar pengawasan terhadap para peserta Pemilu, Bahrun menggarisbawahi netralitas aparatur sipil negara (ASN).
Sebagaimana telah ditekankan Bupati Sugiri Sancoko, seluruh abdi negara tak terkecuali TNI, Polri tak terlibat dalam politik praktis.
"Kalau ada PNS yang kedapatan ikut kampanye atau politik praktis akan kami rekomendasikan penindakannya ke Pemkab Ponorogo dan KASN (Komisi Aparatur Sipil Negara),’’ bebernya.
Bahrun berharap kampanye berlangsung damai. Tak ada black campaign, maupun potensi yang memicu gejolak.
Sebagaimana komitmen Pemilu damai yang disepakati seluruh parpol beberapa waktu lalu.
"Sementara kami nilai kerawanan di tahapan kampanye ini cukup rendah. Tapi pengawasan tetap kami tingkatkan agar tidak ada kecolongan,’’ ungkapnya. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya