Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Sungai Paling Bau di Ponorogo, Kotoran 12 Ribu Ekor Sapi Dibuang ke Kali Keyang, Sooko

Nur Wachid • Rabu, 29 November 2023 | 02:26 WIB

 

 

LIMBAH: Warga Desa Ngadirojo, Kecamatan Sooko, Ponorogo protes akan dampak limbah yang mencemari sungai desa mereka. (SUGENG DWI N./JAWA POS RADAR PONOROGO)
LIMBAH: Warga Desa Ngadirojo, Kecamatan Sooko, Ponorogo protes akan dampak limbah yang mencemari sungai desa mereka. (SUGENG DWI N./JAWA POS RADAR PONOROGO)

SOOKO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Aliran Kali Keyang, Desa Ngadirojo, Kecamatan Sooko, Ponorogo menghitam. Bukan hanya sehari dua hari, menahun hulu sungai Waduk Bendo itu berubah warna bahkan bau.

Kali Keyang tercemar banyaknya kotoran sapi yang dibuang sembarangan peternak dan dialirkan ke hulu sungai tersebut.

Arif Santoso, salah seorang warga mengatakan, pencemaran Kali Keyang setiap tahun terus bertambah parah. Di musim kemarau ini, debit sungai turun membuat kotoran sapi mengerak di dasar sungai.

Tak tanggung-tanggung kotoran sapi menyebar hingga belasan kilometer sepanjang aliran Kali Keyang. Pun ketebalannya belasan sentimeter.

‘’Limbah kotoran sudah lama sekali, tahunan tapi tidak ada penanganan dari pemerintah,’’ keluh Arif.

Selain mencemari lingkungan, Arif khawatir kotoran sapi yang dibuang sembarangan di Kali Keyang berdampak pada kesehatan. Warga was-was meresap ke sumur-sumur warga dan menjadi penyakit.

Baca Juga: Dulu Air Tercemar Septic Tank, Kini Warga Jerukgulung Madiun Dapat Bantuan Sumur Bor

Apalagi, saat penghujan derasnya debit air sungai justru membuat Kali Keyang bau menyengat. ‘’Sungai ini padahal juga dijadikan objek wisata masyarakat, padahal yang buang kotoran sapi bukan warga desa sini,’’ ujarnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ponorogo Gulang Winarno mengamini telah mendapati laporan masyarakat terkait pencemaran Kali Keyang.

Diduga pencemaran berasal dari sentra peternakan di Kecamatan Pudak, Ponorogo. Tercatat lebih dari 12 ribu sapi dipelihara masyarakat.

Sayangnya, dari jumlah tersebut baru beberapa pengolahan limbah dan biogas yang digunakan warga untuk mengolah limbah kotoran sapi. ‘’Seperti tahun ini kami berikan bantuan 22 titik biogas baru, tapi masih kurang,’’ jelasnya.

Baca Juga: Konflik Dugaan Pencemaran Limbah Tambang PT GLI di Pacitan Kian Berlarut

Untuk mengentaskan masalah kotoran hewan tersebut, Gulang memprediksi sedikitnya dibutuhkan 500-700 instalasi pengeolahan air limbah (IPAL) ataupun pengolahan biogas. Saat ini ketersediannya baru sekitar sepuluh persen di kawasan tersebut.

Selain mendorong masyarakat mandiri mendirikan tempat pengolahan mandiri, pihaknya turut mendesak perusahan peternakan milik pihak ketiga tersebut memberikan bantuan pengolahan limbah sebagai konservasi lingkungan atas usaha yang ditimbulkan.

‘’Kami tidak menutup mata, sungai memang tercemar kotoran,’’ pungkasnya. (gen/kid)

Baca Juga: Camat Pudak Janji Carikan Solusi Pencemaran Limbah Ternak

Editor : Nur Wachid
#kotoran #sapi #sungai #Kali #tercemar #keyang #ponorogo