PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Fenomena maraknya pengemis dan pengamen di kawasan Ponorogo akhir-akhir ini terjawab. Satpol PP dan Damkar setempat membongkar persoalan sosial tersebut.
Menyusul temuan hasil razia oleh korps penegak perda tersebut Rabu lalu (29/11) bikin geleng-geleng kepala. Petugas mengamankan seorang perempuan yang tengah meminta-minta di jalan kedapatan membawa kunci hotel.
Setelah ditelisik, pengemis tersebut mengaku asal Jombang dan menginap di salah satu hotel ternama di Ponorogo. Lokasi hotelnya tak jauh dari Alun-alun setempat.
Menurutnya, pengakuan asal daerah itu ditunjukkan dari bukti identitas yang diserahkan kepada petugas. ‘’Datang ke Ponorogo menggunakan bus, dan menginap di hotel untuk ngemis di Ponorogo,’’ kata Kabid Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP dan Damkar Ponorogo Subiyantoro.
Baca Juga: Sungai Paling Bau di Ponorogo, Kotoran 12 Ribu Ekor Sapi Dibuang ke Kali Keyang, Sooko
Subiyantoro tak mengetahui rinci besaran uang yang didapat perempuan tersebut dari aksi meminta-minta di sejumlah titik pusat keramaian. Dia memperkirakan lebih dari ratusan ribu dikantongi perempuan tersebut dengan bermodal kardus sumbangan dalam sehari.
Perkiraan itu mendasar pada asumsi biaya sewa menginap di hotel per malam cukup lumayan. ‘’Informasi dari pedagang Alun-alun, kalau tidak diberi atau diberi Rp 500 atau seribu sering marah-marah,’’ bebernya.
Selain pengemis bak konglomerat itu, petugas juga berhasil mengamankan belasan pengamen. Subiyantoro menyebut, pengamen itu juga berasal dari berbagai daerah. Mulai Pacitan, Jombang, Madiun, bahkan ada yang mengaku dari Pekalongan.
Petugas turut mengamankan peralatan yang digunakan pengemis dan pengamen yang terjaring razia. Selanjutnya, dikirim ke Dinsos-PPPA setempat untuk mendapatkan pengawasan dan pembinaan.
‘’Kami terus lakukan razia, baik di malam hari ataupun siang hari, seperti di perempatan lampu merah, demi kenyamanan masyarakat,’’ pungkasnya (gen/kid)
Baca Juga: Gus Iqdam, Kiai Kanjeng, hingga Guyonwaton Dijadwalkan ke Ponorogo, Desember Bumi Reog Full Acara
Editor : Nur Wachid