PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun - AKBP Anton Prasetyo resmi mengemban tongkat komando Kapolres Ponorogo, Selasa (19/12) kemarin.
Mantan Kapolres Madiun itu menggantikan AKBP Wimboko yang menjabat selama delapan bulan sebelumnya.
Sejumlah pekerjaan telah menanti AKBP Anton Prasetyo di Ponorogo. Salah satunya terkait menjaga netralitas anggota Polri dalam pelaksanaan Pemilu 2024 mendatang.
Selain itu, dibawah komandonya, Polres Ponorogo dihadapkan pada tantangan mewujudkan Pemilu damai, jujur dan adil (jurdil).
Termasuk diantaranya soal persiapan personel hingga antisipasi gangguan keamanan dan ketertiban (kamtibmas) di Bumi Reog.
"Fokus kami meneruskan program yang sudah direncanakan sebelumnya,’’ kata Anton usai serah terima jabatan (sertijab) kemarin.
Pekerjaan rumah (PR) selanjutnya, memberangus keberadaan knalpot brong maupun aksi balap liar.
Anton bakal mengadopsi program yang sebelumnya dia jalankan di Madiun. Dia sepakat, knalpot brong bikin resah di setiap wilayah.
"Knalpot brong itu tidak hanya meresahkan di Madiun, tapi seluruh Indonesia,’’ tegasnya.
Disinggung soal penertiban tugu perguruan silat. Anton memilih wait and see. Baik menanti laporan anggota selama ini, maupun berkoordinasi dengan Pemkab setempat.
Anton mengaku telah mengetahui upaya yang dijalankan bersama Pemkab sebelumnya terkait surat edaran Bakesbangpol Jawa Timur tersebut.
‘’Laporan sementara beralih fungsi jadi tugu Pancasila, nanti akan kami bicarakan dengan bupati dulu seperti apa langkah kedepannya,’’ jelasnya.
Sementara itu, Wimboko yang kini didapuk menjadi Waka Polrestabes Surabaya berharap kondisi Ponorogo yang kondang guyub dan rukun tetap terjaga. Dia menilai, warga Bumi Reog terkenal arif dan bijaksana.
‘’Delapan bulan tujuh hari saya di sini merasa didukung seluruh pihak masyarakat, seluruh elemen dan saya mengucapkan terima kasih kepada Ponorogo,’’ ucap Wimboko. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya