PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun - Gagasan terkait masa depan Ponorogo tengah digagas pemkab saat ini.
Melalui penyusunan rancangan awal Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Ponorogo 2025-2045, ditargetkan ekonomi hijau serta kota wisata menjadi fondasi prioritas pembangunan.
"RPJPD ini kami susun seperti rel, agar ide-ide ini tetap terjaga dan menjadi trek agar tidak belok-belok dalam pembangunannya,’’ kata Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko.
Baca Juga: Khofifah Kagumi Proyeksi Monumen Reog, Pemprov Support BKK Rp 30 Miliar
Kang Giri, sapaan Sugiri Sancoko, yakin pembangunan wisata terintegrasi mampu diwujudkan 2045 mendatang. Mulai wisata religi, alam, hingga edukasi.
Seperti kehadiran pondok pesantren (ponpes) dan makam tokoh besar agama, hingga pembangunan pusat kota.
Seluruh irisan pembangunan itu terintegrasi dengan berbagai kawasan, tak terkecuali Telaga Ngebel dan Monumen Reog dan Museum Peradaban (MRMP).
"Nendang ke PAD (pendapatan asli daerah). Tentunya, bidang pertanian tidak boleh ditinggalkan,’’ ungkapnya.
Menurutnya, butuh sumber daya manusia (SDM) mumpuni. Pun, pemkab tak bisa bekerja sendiri, masyarakat diminta ikut nyengkuyung bareng. Termasuk menjaga alam Ponorogo tetap lestari.
"SDM harus unggul, berdaya saing, dan utamanya berakhlak. Karenanya kami mulai SD dan SMP untuk belajar agama,’’ imbuhnya.
Sisi pembangunan infrastruktur tak luput dari perhatian Kang Giri. Dimulai tahun depan, rencananya pembangunan wilayah perbatasan bakal direalisasikan.
Salah satunya infrastruktur berupa akses penghubung ke daerah lain. Menurutnya, upaya itu guna menutup kesenjangan pemerataan pembangunan.
"Intinya jangan sampai ada kesenjangan antara penduduk di daerah perbatasan serta kawasan kota Ponorogo,’’ ujarnya. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya