PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun - Denyut kedatangan penumpang di Terminal Seloaji, Ponorogo jelang libur Natal dan tahun baru (Nataru) mulai terasa.
Ini terlihat dari jumlah penumpang yang turun di Terminal Seloaji,Ponorogo, mulai meningkat.
Petugas Terminal Seloaji mencatat, lonjakan kedatangan penumpang mencapai sepuluh persen jelang libur Nataru di penghujung tahun ini.
Baca Juga: Harga Bapok Masih Mahal Jelang Nataru, DPPTK Klaim Belum Ada Indikasi Penimbunan
Jumlah tersebut diperikaran bakal terus naik. Puncak kedatangan penumpang di Terminal Tipe A tersebut diprediksi hari ini (23/12) dan Minggu (24/12).
Koordinator Lapangan Satuan Pelaksana (Satpel) Terminal Tipe A Seloaji Ponorogo Purwanto membeberkan bahwa hari Jumat (22/12) kemarin, sedikitnya 347 penumpang bus antar kota antar provinsi (AKAP) berangkat dari terminal.
Meningkat dari hari sebelumnya yakni 210 penumpang. Sementara jumlah kedatangan mencapai 301 orang, meningkat dari angka 276 penumpang pada hari sebelumnya (21/12) lalu.
''Rata-rata mulai meningkat, baik yang berangkat dari terminal ataupun turun di Ponorogo,'' kata Purwanto.
Purwanto menambahkan, puncak kedatangan penumpang terjadi seiring malam perayaan natal dan libur sekolah.
Dari tren tahun-tahun sebelumnya, pengguna bus mulai berdatangan dari kota-kota besar seperti Surabaya hingga Jakarta.
Baca Juga: Libur Natal dan Tahun Baru, Jumlah Wisatawan Tujuan Bali Via Pelabuhan Gilimanuk Naik Tajam
''Kami memprediksi di puncak nanti penumpang bisa naik dua kali lipat, baik naik ataupun turun,'' jelasnya.
Mengantisipasi lonjakan penumpang, pihaknya memperketat pemeriksaan armada yang masuk ke terminal setempat.
Mulai pemeriksaan lampu, klakson, rem, hingga surat-surat kendaraan. Guna memastikan seluruh bus baik AKAP dan antar kota dalam provinsi (AKDP) yang keluar terminal laik jalan.
''Ram check sebenarnya jadi rutinitas kami di terminal, tapi kami tingkatkan lagi,'' ujarnya.
Adapun lonjakan penumpang diketahui terjadi dua hari belakangan. Firman Ferdiansyah, sopir bus, mengungkapkan bahwa di hari normal rata-rata mengangkut 25-30 penumpang.
Namun belakangan ini dia membawa penumpang sedikitnya 50 orang dengan tujuang Ponorogo. Bahkan tak jarang harus menolak penumpang.
''Kebanyakan mahasiswa atau pekerja,'' ujarnya. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya