PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun - Padatnya kendaraan wisatawan di jalan lingkar Telaga Ngebel, menjadi atensi khusus Dinas Perhubungan (Dishub) Ponorogo.
Agar aru lalu lintas (lalin) tidak crowded, rambu pemandu wisata di jalan lingkar Telaga Ngebel, Ponorogo, sudah dipasang jauh-jauh hari.
Bahkan Dishub Ponorogo menerapkan sistem one way atau jalan satu arah di jalur lingkar Telaga Ngebel.
"Penerapan satu arah mempertimbangkan keamanan dan kenyamanan wisatawan. Mengingat jalan sempit,’’ kata Kepala Dishub Ponorogo Wahyudi.
Baca Juga: Pelebaran Jalan Lingkar Telaga Ngebel Mustahil, Pemkab Pasang Guardrail untuk Keamanan Wisatawan
Selain penataan arus dan pemasangan rambu, sejumlah guardrail atau pembatas tepian jalan tengah dipasang saat ini.
Guardrail dipasang sepanjang 1,3 kilometer dibagi antara area utara dan selatan jalur lingkar telaga. Khususnya di titik-titik rawan, seperti tikungan cilukba serta tanjakan di jalur kawasan wisata tersebut.
"Pemasangan guardrail ini satu paket dengan pengerjaan perbaikan jalan yang dilakukan Pemerintah Pusat di Ngebel, kami sebatas memantau pemasangannya,’’ jelasnya.
Yudi mengamini, keberadaan guardrail tersebut jadi salah satu alat keselamatan lalu lintas.
Antisipasi adanya kendaraan yang melewati marka tepi jalan hingga masuk jurang ataupun telaga.
Selain guardrail berbahan besi, beberapa pembatas berbahan beton maupun model tembok telah dipasang lebih dulu.
"Fungsinya sama, untuk menahan kendaraan agar tidak jatuh sekaligus menambah estetika kawasan wisata,’’ jelasnya.
Disinggung rencana penambahan guardrail, pihaknya berencana berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) setempat.
Koordinasi tersebut dimaksudkan untuk membahas tingkat kebutuhan, termasuk anggaran yang dibutuhkan.
"Marka penanda jalan juga dipasang di jalan menuju area Ngebel yang baru diaspal ini, menjadi penanda pembatas lajur bagi para pengguna jalan,’’ pungkasnya. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya