Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Limbah Pabrik Tahu Diduga Cemari Sungai, Warga Dusun Pule Terganggu Bau Tak Sedap, DLH Rekomendasikan Perbaikan IPAL

Budhi Prasetya • Kamis, 28 Desember 2023 | 15:00 WIB

 

TINDAK LANJUT: Petugas DLH Ponorogo meninjau pabrik tahu yang diduga mencemari sungai Dusun Pule, Desa Polorejo, Babadan kemarin (27/12). (ISTIMEWA)
TINDAK LANJUT: Petugas DLH Ponorogo meninjau pabrik tahu yang diduga mencemari sungai Dusun Pule, Desa Polorejo, Babadan kemarin (27/12). (ISTIMEWA)

PONOROGOJawa Pos Radar Madiun - Aktivitas pabrik tahu dikeluhkan warga Dusun Pule, Desa Polorejo, Babadan, Ponorogo.

Ini setelah sungai yang mengalir disekitar permukiman warga mengeluarkan bau tak sedap. Warga menduga, bau menyengat itu akibat sungai tercemar limbah pabrik tahu.  

Tudingan warga itu bukan tanpa alasan. Selain bau tak sedap, air sungai juga terlihat hitam pekat. 

Baca Juga: Abu Panas Sewulan dari Limbah PG? Pengelola Klaim Sudah Prosedural

Hendrik Susanto, warga setempat, mengatakan bahwa limbah tahu tersebut sejatinya telah dibuang menahun di sungai lingkungan mereka.

Namun, belakangan diketahui limbah sisa pembuatan tahu itu semakin merusak lingkungan.

Endapan limbah mengeluarkan bau tak sedap saat musim kemarau. Kondisi itu semakin membuat warga setempat merasa tidak nyaman. 

Baca Juga: Sebabkan Polusi, Warga Bantengan Keluhkan Aktivitas Produksi Pabrik Porang

"Bau sekali, pagi, siang dan sore sampai-sampai harus pakai minyak-minyakan di hidung,’’ ujar Hendrik.

Rabu (27/12) kemarin, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ponorogo turun ke lokasi yang dimaksud warga.

Dari hasil inspeksi, diketahui limbah ampas tahu tersebut ditengarai tidak diolah maksimal.

Selain itu, diketahui instalasi pengolahan air limbah (IPAL) pengelola pabrik tahu kurang berjalan maksimal.

Baca Juga: Cerobong Asap Pabrik Arang Tak Standar dan Bocor, Warga Keluhkan Polusi Udara

"IPAL-nya kurang perawatan jadi hasil pembuangannya tidak maksimal,’’ kata Kabid Tata Lingkungan DLH Ponorogo Sulisrianto.

Sulistrianto menegaskan, pihaknya telah menegur pemilik pabrik tahu. Pihaknya juga memberikan rekomendasi agar pemilik melakukan perbaikan pada sistem IPAL.

Rekomendasi tersebut wajib segera ditindaklanjuti agar pencemaran lingkungan yang dirasakan warga segera tersolusikan.

"Kami lakukan uji sampel agar limbah sesuai baku mutu. Pemilik pabrik harus memperhatikan kondisi aliran sungai dan memperbaiki sistem IPAL,’’ tegasnya. (gen/kid)

Editor : Budhi Prasetya
#pabrik tahu #limbah #ipal #ponorogo