PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun - Ibarat peribahasa, nila setitik rusak susu sebelanga. Mungkin cocok untuk menggambarkan gemerlap pesona Jalan Gajah Mada Ponorogo.
Upaya Pemkab Ponorogo menata kawasan Jalan Gajah Mada oleh Pemkab Ponorogo masih belum menunjukkan hasil seuai yang diinginkan.
Bagaimana tidak, keinginan mempercantik kawasan itu melalui face off pedestrian Jalan Gajah Mada yang dilakukan Pemkab Ponorogo terganggu keberadaan kabel internet.
Alhasil, pesona proyek yang menelan anggaran sekitar Rp 6,1 miliar bersumber APBD itu gagal moncer sempurna.
Babel semrawut yang bergelantungan di sepanjang pedestrian tersebut merusak pemandangan. Bahkan bentangan sejumlah kabel berjubel menggantung tepat sejajar mata pejalan kaki.
Widiya Pawestri, seorang pejalan kaki, mengatakan bahwa kabel semrawut tersebut mengganggu estetika pedestrian Jalan Gajah Mada.
Pun turut membahayakan lantaran kabel nglawer setinggi orang dewasa.
''Paling banyak di sebelah selatan yang kabelnya mengganggu,'' kata Widiya.
Widiya berharap kabel-kabel tersebut ditata rapi. Minimal, sejajar dengan jaringan lainnya. Bahkan menurutnya, lebih elok jika kabel ditata di bawah tanah agar lebih rapi.
''Percuma jalannya bagus, tapi kabelnya semrawut,'' lanjutnya.
Baca Juga: Bupati Sugiri Sidak Face Off Pedesrian Jalan Gajah Mada, Ada Apa?
Kabid Perumahan dan Tata Bangunan DPUPKP Ponorogo Dwi Puspitorini mengklaim keberadaan kabel semrawut tersebut telah diinventarisasi.
Menurutnya, kabel tersebut bukan jaringan listrik, melainkan kabel jaringan internet. Bahkan si empu kabel semrawut itu diketahui milik lima provider.
''Nanti seluruh jaringan wajib dipindah ke bawah tanah. Kami sudah siapkan pipa HDPE (high density polyethylene) yang sudah ditanam di pedestrian,'' kata Dwi.
Dwi menegaskan, pihaknya telah berkirim surat kepada pemilik kabel. Mereka wajib memindahkan kabel internet yang semrawut itu ke pipa HDPE yang telah disiapkan.
Deadline-nya, hari ini (29/11). Jika tidak segera dipindah, pihaknya tidak segan memotong kabel yang merusak pemandangan itu.
Selain itu, pihaknya juga meminta PLN menggeser tiang listrik persis berhadapan dengan patung pahlawan di jalan tersebut.
''Sudah kami kirim surat tapi sampai sekarang belum ditata. Kabel PLN tetap di atas, internet yang di bawah tanah,'' tegasnya. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya