Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Pelaku Pembunuhan Pulung Ponorogo Gunakan Umpak untuk Habisi Tetangga hingga Kaki Remuk, Ternyata Segini Beratnya

Mizan Ahsani • Senin, 1 Januari 2024 | 23:25 WIB
OLAH TKP: Polisi menggelar olah TKP di lokasi pembunuhan Ahmad Suyoto di Pulung, Ponorogo. Umpak yang digunakan membunuh korban masih di lokasi. (SUGENG DWI/RADAR MADIUN)
OLAH TKP: Polisi menggelar olah TKP di lokasi pembunuhan Ahmad Suyoto di Pulung, Ponorogo. Umpak yang digunakan membunuh korban masih di lokasi. (SUGENG DWI/RADAR MADIUN)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun - Warga Ponorogo digegerkan dengan aksi pembunuhan keji di awal tahun 2024 ini.

Ahmad Suyoto, 65, tewas usai dianiaya oleh tetangganya yang bernama Ahmad Prasytio, 23. Pelaku diduga masih punya ikatan saudara dengan korban.

Dari keterangan warga dan kepolisian, pelaku menganiaya korbannya dengan balok kayu dan umpak (dudukan) tiang bendera.

Warga yang menyaksikan aksi keji itu bahkan sempat diteriaki oleh pelaku.

''Korban meninggal di tempat kejadian, di tepi jalan Desa/Kecamatan Pulung,’’ ujar Kasatreskrim Polres Ponorogo AKP Rio Pradana.

Rio menyebut, korban mengalami sejumlah luka.

Seperti luka pada bagian belakang kepala yang mengeluarkan darah, lengan tangan kanan, serta kaki yang remuk diduga tertindih umpak tiang bendera.

Umpak ternyata dijadikan senjata mematikan bagi Ahmad Prasytio untuk menghabisi nyawa Ahmad Suyoto.

Tak heran, lantaran umpak yang digunakan pelaku untuk membunuh korbannya tersebut terbuat dari semen.

Hasil penelusuran di berbagai marketplace, banyak perajin umpak yang menggunakan semen sebagai bahan umpak. Beratnya bahkan mencapai 20 kilogram hingga 30 kilogram!

Pantauan Radar Madiun di TKP pembunuhan ini, umpak yang digunakan pelaku menghabisi korban juga berbahan semen.

Bahkan, saat olah TKP, umpak tersebut masih tergeletak di kaki korban. (naz)

 

Editor : Mizan Ahsani
#umpak #tiang bendera #Pulung #pembunuhan #ponorogo