Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Telaga Ngebel Jadi Jujukan Wisatawan, Bupati Sugiri Ingatkan Soal Kebersihan Lingkungan dan Pengelolaan Sampah

Budhi Prasetya • Selasa, 2 Januari 2024 | 22:00 WIB

DESTINASI UNGGULAN: Wisatawan menghabiskan liburan nataru dengan menikmati sajian kuliner di kawasan Telaga Ngebel. (SUGENG DWI N./JAWA POS RADAR PONOROGO)
DESTINASI UNGGULAN: Wisatawan menghabiskan liburan nataru dengan menikmati sajian kuliner di kawasan Telaga Ngebel. (SUGENG DWI N./JAWA POS RADAR PONOROGO)
 

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Di balik ramainya Telaga Ngebel, Ponorogo, pada libur panjang natal dan tahun baru (nataru), produksi sampah wisatawan menjadi perhatian serius.

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko merasa perlu konsen pada problem lingkungan di kawasan wisata andalan Bumi Reog tersebut.

Kang Giri, sapaan bupati, tidak ingin masalah sampah itu justru mengancam lingkungan dan mencemari air Telaga Ngebel.

Kang Giri yakin persoalan sampah telah dipikirkan seluruh pihak di Telaga Ngebel. Pihaknya telah me-warning baik pengunjung, pengelola, hotel, pedagang untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

"PKL (pedagang kaki lima) juga sama, tolong jaga kebersihan. Kami tidak antipati dengan pedagang, tapi kami berharap semua jaga kebersihan,’’ tegas Kang Giri.

Seperti diketahui, Telaga Ngebel menjadi magnet bagi wisatawan selama momen nataru. Pengunjung berdatangan dari berbagai daerah.

Bahkan, jalan lingkar telaga padat merayap. Termasuk hotel maupun penginapan laris manis.

"Semakin hari Telaga Ngebel kami poles agar mempesona, dan saat ini mulai terlihat hasilnya,’’ ujarnya.

Kang Giri meresmikan sejumlah spot terbaru di kawasan Telaga Ngebel pada malam pergantian tahun (31/12) lalu.

Seperti tribun penonton water fountain, kios pedagang, hingga dermaga perahu wisata.

Selain itu, Kang Giri berencana mencarikan tempat baru bagi PKL agar lebih tertata rapi. Pun tak berseliweran di tepi jalan.

"Nanti desa dan pengelola akan memikirkan lokasinya,’’ jelasnya. 

Kang Giri menambahkan, Telaga Ngebel telah membukukan pendapatan asli daerah (PAD) tembus Rp 5,5 miliar pada 2023. Realisasi tersebut surplus dari target yang ditetapkan di angka Rp 4,6 miliar.

Ke depan retribusi wisata tersebut bakal dibagi ke desa-desa penyangga kawasan Telaga Ngebel, seperti Desa Ngebel, Gondowido, maupun Wagir Lor.

‘’Biar desa juga sama-sama merasakan manfaat dari kawasan wisata ini, dan semangat membantu mengelola Ngebel,’’ pungkasnya. (gen/kid)

Editor : Budhi Prasetya
#sampah #water fountain #bupati #Telaga Ngebel #ponorogo