Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Urai Kepadatan Arus Lalin Jalan Gajah Mada, Bupati Wacanakan Terapkan Satu Arah, Sistem One Way Juga Menyasar Jalan Ini   

Budhi Prasetya • Jumat, 5 Januari 2024 | 21:00 WIB

KEPADATAN: arus lalu lintas di Jalan Gajah Mada semakin padat seiring selesainya faceoff beberapa waktu lalu. (SUGENG DWI N./JAWA POS RADAR PONOROGO)
KEPADATAN: arus lalu lintas di Jalan Gajah Mada semakin padat seiring selesainya faceoff beberapa waktu lalu. (SUGENG DWI N./JAWA POS RADAR PONOROGO)

PONOROGOJawa Pos Radar Madiun - Lebar Jalan Gajah Mada semakin menyempit dampak penataan pedestrian kawasan tersebut.

Hal itu dinilai jadi biang arus lalu lintas (lalin) di Jalan Gajah Mada Ponorogo tersendat.

Kondisi itu mulai kerap terjadi setelah proyek face off pedestrian kawasan Jalan Gajah Mada tuntas.

Baca Juga: Kawasan Jalan Gajah Mada Gagal Terlihat Estetik Gegara Kabel Internet, DPUPKP Klaim Sudah Kirim Surat ke Provider

Penumpukan kendaraan terjadi saat jam sibuk lantaran lebar ruas jalan tak sebanding dengan volume kepadatan kendaraan tak ideal.

Problem arus lalin di Jalan Gajah Mada itu mendapat perhatian serius Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko.

Kang Giri, sapaan bupati, berencana menerapkan sistem one way pada jalan sepanjang 600 meter itu.

Sebagaimana ruas jalan lain yang telah di-face off, seperti Jalan HOS Cokroaminoto, Jenderal Sudirman, maupun Urip Sumoharjo.

Baca Juga: Ditarget Selesai Pertengahan Bulan Desember, Pekerjaan Face Off Pedestrian Jalan Gajah Mada Dikebut Hari Ini

''Rencananya satu arah dari timur ke barat nyambung dengan Jalan Jendsud (Jenderal Sudirman, Red) ,'' kata Kang Giri.

Kang Giri menyebut, wacana tersebut telah diinstruksikan ke Dinas Perhubungan (Dishub). Bersama Satlantas Polres Ponorogo digelar kajian perubahan arus lalin di Jalan Gajah Mada.

Termasuk menentukan arah laju kendaraan, serta mempertimbangkan berbagai dampak risiko yang ditimbulkan akibat penyempitan lebar jalan.

''Saat ini masih dalam tahap pembahasan,'' ujarnya.

Pun, sistem one way alias satu arah bakal juga diterapkan di Jalan Ahmad Dahlan serta Sultan Agung.

Nantinya, Jalan Ahmad Dahlan berubah satu jalur dari Pasar Legi (barat) ke timur. Sedangkan, Jalan Sultan Agung searah dari utara menuju ke selatan.

''Jadi nanti berubah lingkar delapan, mulai dari Ursum ke Ahmad Dahlan, Sultan Agung, Jendsud semuanya satu rute,'' jelasnya.

Namun, penerapan arus searah itu menantikan perbaikan yang rencananya direalisasikan tahun ini. 

Baca Juga: Deadline Proyek Face Off Pedestrian Jalan Gajah Mada Tersisa 15 Hari, DPUPR Pacu Rekanan Bekerja Lebih Cepat 

Perbaikan itu mempertimbangkan posisi median jalan yang ada di Jalan Ahmad Dahlan dan Sultan Agung. 

Selain itu, kajian perubahan rute juga dilakukan untuk Jalan HOS Cokroaminoto. Dari sebelumnya satu arah utara ke selatan, diubah menjadi selatan ke utara.

Menurutnya, perubahan tersebut diharapkan mengurai problem kepadatan arus lalin di kawasan kota.

Pun meratanya laju kendaraan diharapkan mendongkrak kunjungan ke tempat usaha di jalur-jalur tersebut.

''Termasuk parkirnya nanti kami perhatikan, jangan sampai ganggu lalu lintas,'' tegasnya. (gen/kid)

WACANA PERUBAHAN ARUS LALIN

- Jalan Gama dari timur ke barat

- Jalan Sultag dari utara ke selatan

- Jalan Ahlan dari barat ke timur

- Jalan HOS Cokroaminoto dari selatan ke utara

 

Editor : Budhi Prasetya
#Sugiri Sancoko #bupati #jalan gajah mada #satu arah #ponorogo