PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun - Hujan deras yang mengguyur Ponorogo Kamis (4/1) lalu memicu tanah longsor di Dusun Tangkil, Desa Banaran, Pulung.
Material longsor menutup ruas jalan desa setempat. Akibat kejadian tersebut warga Dusun Tangkil, Desa Banaran, Pulung, Ponorogo, sempat terisolir selama dua hari.
Joko Purnomo, warga setempat, mengatakan bahwa akses yang tertutup material longsor itu menjadi satu-satunya jalan penghubung Dusun Tangkil, Banaran ke luar desa.
Baca Juga: Dinding Rumah Jebol Diterjang Material Longsor, Warga Sambirobyong Mengungsi
Pun dampak longsor yang terjadi sekitar pukul 12.15 WIB hari Kamis lalu membuat sedikitnya seratus warga di lima RT terisolir.
Warga hanya bisa berjalan kaki menerobos longsor bila hendak ke luar permukiman.
''Pagi ini (kemarin) warga dan TNI/Polri gotong royong membersihkan longsor,'' kata Joko.
Kepala Desa Banaran Sarnu menambahkan, proses pembersihan material longsor terpaksa dilakukan manual.
Baca Juga: Maksimalkan Mitigasi Bencana Tanah Longsor, BPBD Magetan Pasang Satu EWS Baru di Poncol
Rencana penurunan alat berat terpaksa dibatalkan lantaran terkendala medan. Apalagi, di seputaran longsor kondisi tanah masih gembur dan lembek.
Kontur tanah seperti itu dikhawatirkan memicu longsor susulan jika terkena getaran alat berat.
''Warga sempat membuka jalan kamis sore tapi tidak berhasil karena kondisi hujan,'' jelasnya.
Sarnu menambahkan, longsor berasal dari bukit belakang pemukiman warga. Tebing setinggi 20 meter tersebut longsor ke pekarangan warga.
Kepala longsor menutup jalan sepanjang tujuh meter dan lebar empat meter. Pihaknya memastikan tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut.
''Saat longsor terjadi memang desa sedang diguyur hujan deras,'' tambahnya.
Jumat (5/1) kemarin, warga setempat kembali bernapas lega. Menyusul material longsor yang menutup akses jalan desa berhasil dievakuasi petugas. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya