Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Berawal dari Segawe Kopi Sepeda, Gelora Yudhaswara Sebelas Hari Kenalkan Seni dan Biji Kopi di Jepang

Budhi Prasetya • Rabu, 10 Januari 2024 | 03:30 WIB

 

INSPIRATIF: Gelora Yudhaswara, owner Segawe Kopi Sepeda saat berbagi cerita tentang seni, budaya, kopi, dan pemuda Ponorogo di Jepang. 
INSPIRATIF: Gelora Yudhaswara, owner Segawe Kopi Sepeda saat berbagi cerita tentang seni, budaya, kopi, dan pemuda Ponorogo di Jepang. 

Cuma segelas kopi yang bercerita kepadaku bahwa yang hitam tak selalu kotor dan yang pahit tak selalu menyedihkan. Kutipan dalam Filosofi Kopi-nya Ayu Utami itu seolah menjadi dogma bagi Gelora Yudhaswara. Kopi mengantarkan Gelora terpilih untuk mengenalkan seni, budaya, kopi, dan pemuda Ponorogo ke Jepang. Bagaimana kisahnya?

========================= 

SEMUA berawal dari Program Persahabatan Indonesia-Jepang yang menyelenggarakan acara dengan konsentrasi kesenian di The Laboratory For Global Dialogue, Kota Kesennuma, Jepang.

Dari sekian daerah di Indonesia, Ponorogo yang dipilih. Pertimbangannya, banyak kesamaan budaya dari Negeri Sakura tersebut dengan Bumi Reog.

Programnya yakni art project, kolaboratif antara seniman dan masyarakat Ponorogo.

Adalah Gelora Yudhaswara, pemuda asal Ponorogo yang menjadi pemenang program tersebut.

Baca Juga: Tak Perangi Musuh, 'Ultraman' Madiun Ini Justru Jualan Kopi Seduh

Owner Segawe Kopi Sepeda tersebut membuat art project, yakni Japanese Coffee Exhibition selama dua hari.

Proyek tersebut yang mengantarkan Gelora terpilih terbang ke Jepang. Mengalahkan lima pendaftar dari Ponorogo.

"Segawe Kopi Sepeda dan saya sendiri lolos dalam seleksi Art Project Ponorogo dan Jepang,’’ kata Gelora.

Baca Juga: Kaesang Bertemu Puan Maharani, Ngobrolin Politik Sambil Minum Kopi

Gelora berkesempatan menceritakan tentang proyek keseniannya selama 11 hari terhitung mulai 12-22 Oktober 2023 lalu.

Kota tujuan pertama, Kesennuma, Jepang. Di kota itulah, Gelora menceritakan tentang street art bersama art inclusion, pameran seni rupa, demonstrasi biji kopi Ponorogo.

Selain itu juga pemutaran Film Omah Njero yang disutradarai Gelora.

"Ini menjadi pengalaman pertama dalam bidang seni,’’ jelasnya.

Tak hanya berbagai cerita tentang sekelumit Ponorogo, Gelora juga berkesempatan tour ke lokasi bencana di Kota Fukushima, pusat reaktor nuklir.

Serta kota-kota lain yang terdampak bencana dahsyat gempa dan tsunami. Seperti Yokohama, Tokyo, dan Sendai, setiap pindah kota mempunyai misi kegiatan berbeda-beda.

"Disana selain bertemu warga Jepang, juga bertemu dan berdialog dengan pekerja migran Indonesia (PMI),’’ katanya.

Tidak ketinggalan, Gelora bertemu dengan seniman asli Jepang, tujuanya untuk bertukar gagasan.

Gelora diberi kesempatan menceritakan Ponorogo itu seperti apa. Mulai dari anak muda sampai budaya.

"Disana saya banyak ngobrol dengan teman-teman PMI dari Ponorogo, bahkan saya wawancara singkat terkait pola kerja, kehidupan, dan tujuan kerja di Jepang,’’ terangnya.

Bapak satu anak tersebut senang menjadi bagian dari misi pertukaran seni dan budaya Indonesia-Jepang.

Sepulang dari Jepang, dia mempunyai tanggung jawab untuk berbagi pengalaman di sana kepada pemuda Ponorogo.

Paling penting, nantinya ada proyek terkait film, kopi, dan Jepang.

"Dari segi keilmuan dan pengalaman tentunya banyak sekali. Mengingat Jepang negara yang kental dengan seni dan budayanya,’’ ungkapnya. *** (kid)

Editor : Budhi Prasetya
#Gelora Yudhaswara #segawe kopi #ponorogo