PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun - Bumi Reog mulai dilirik investor. Pemilik modal tertarik berinvestasi di Ponorogo.
Pembangunan wahana wisata Ponorogo Dreamland di Jalan Tribusono, Kelurahan Cokromenggalan, disuntik duit miliaran rupiah.
Bupati Sugiri Sancoko meletakkan batu pertama sebagai simbolis dimulainya pembangunan Ponorogo Dreamland, Kamis (11/1) kemarin.
Baca Juga: Bahas RPJPD, Pemkab Gagas Integrasikan Ekonomi Hijau dengan Kota Wisata, Sugiri: Nendang ke PAD
Wahana wisata tersebut digadang-gadang bakal menjadi destinasi anyar untuk edukasi dan hiburan di Ponorogo.
"Semoga nanti wahana dreamland ini jadi magnet pengunjung untuk menggaungkan Ponorogo sebagai kota wisata,’’ kata Kang Giri, sapaan bupati.
Kang Giri menyatakan, Ponorogo Dreamland merupakan bukti terbangunnya ekosistem wisata di Bumi Reog.
Baca Juga: Pembangunan Monumen Reog dan Museum Peradaban Setengah Jalan, Ditarget Selesai Akhir Desember
Di satu sisi, membuktikan bahwa kabupaten ini tak kalah seksi dengan daerah lain di mata para investor.
Menurutnya, hal itu ditunjang nilai plus keramahan warga yang membuat pengunjung betah berlama-lama liburan ke Ponorogo.
"Tempat wisata alam yang sudah kami bangun mendatangkan wisatawan dalam dan luar daerah,’’ lanjutnya.
Kang Giri menjamin bakal membuka lebar keran investasi. Tak hanya di kawasan kota, cakupan wilayah bakal diperlebar hingga kawasan Monumen Reog dan Museum Peradaban (MRMP) yang saat ini tengah proses pembangunan.
Baca Juga: Atraksi Ngebel Makin Lengkap! Tahun Ini, Pemkab Ponorogo Berencana Bangun Spot Baru
"Ini investasi swasta yang bagus, semoga ada investasi-investasi lain di Ponorogo,’’ harapnya.
Pembangunan wahana wisata Ponorogo Dreamland dilakukan beberapa tahap.
Mulai pembangunan wahana permainan air, hingga sarana edukasi di lahan seluas 1,2 hektare. Pekerjaan ditarget rampung Agustus mendatang.
"Kami sediakan lahan lima hektare untuk Ponorogo Dreamland ini, dengan penambahan sarana wahana lainnya,’’ jelas Samsul Huda, investor Ponorogo Dreamland. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya