Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Dua Kasus DBD di Bulan Januari, Dinkes Ponorogo Rekomendasikan PSN Ketimbang Fogging

Budhi Prasetya • Selasa, 16 Januari 2024 | 20:00 WIB

Dyah Ayu Puspitaningarti, Kepala Dinkes Ponorogo 
Dyah Ayu Puspitaningarti, Kepala Dinkes Ponorogo 

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun - Waspada terhadap persebaran penyakit menular khususnya serangan nyamuk aedes aegypti patut menjadi warning bagi warga Ponorogo.

Pasalnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo mencatat terdapat dua kasus demam berdarah dengue (DBD) memasuki pertengahan bulan pertama tahun ini.

Meskipun, kedua pasien DBD telah tuntas menjalani perawatan di rumah sakit di Ponorogo, tidak berarti mengurangi kewaspadaan potensi persebarannya.

Baca Juga: Sembilan Warga Magetan Opname Gegara DBD, Dinkes Magetan: Pahami Gejalanya, Jangan Sampai Terlambat

Kepala Dinkes Ponorogo Dyah Ayu Puspitaningarti mengatakan, kedua kasus tersebut ditemukan di Kecamatan Balong.

Dua warga itu mendapat perawatan usai mengeluh panas naik turun. Setelah menjalani pemeriksaan, dokter menyatakan terjangkit DBD.

"Saat ini sudah sembuh. Untuk kematian tidak ada, semoga tidak ada di Ponorogo,’’ terang Dyah.

Baca Juga: Kasus DBD Meningkat, Nyamuk Aedes Aegypti Menyukai Aroma Keringat Manusia, Dinkes: Jangan Gantung Pakaian Bekas Pakai

Merujuk perbandingan 2023 lalu, Dyah memastikan terjadi penurunan signifikan kasus DBD. Pada Januari 2023 lalu, terdapat 42 kasus yang ditangani.

Sementara, akumulasi setahun terdapat 102 kasus DBD dengan satu kasus kematian akibat gigitan nyamuk tersebut.

"Sementara kami nilai kasus DBD masih dalam tahap aman, tentu kalau ada kasus langsung kami tingkatkan penyelidikan epidemiologi,’’ tegasnya.

Baca Juga: Warga Pacitan Jangan Lengah, Masuk Musim Hujan Waspadai Merebaknya DBD

Meski minim kasus, namun Dyah mengatakan sosialisasi pencegahan DBD mulai digencarkan petugas.

Apalagi, memasuki penghujan ini pertumbuhan nyamuk pesat terjadi. 

Pihaknya merekomendasikan masyarakat menggelar pemberantasan sarang nyamuk (PSN) ketimbang fogging dengan penggunaan racun berbahaya.

"PSN tentu lebih baik, kalau fogging bisa mengajukan ke masing-masing puskesmas. Peralatan sudah kami dropping di sana, tentu dengan pertimbangan tingkat kerawanannya,’’ jelasnya. (gen/kid)

 

KASUS DBD di PONOROGO

2 kasus Januari 2024

42 kasus Januari 2023

102 kasus total akumulasi DBD 2023

1 kasus meninggal DBD 2023

(Sumber: Dinkes Ponorogo)

Editor : Budhi Prasetya
#fogging #dbd #PSN #ponorogo