PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun - Hari pemungutan suara Pemilu 2024 kurang 26 hari lagi. KPU Ponorogo terus menggeber persiapan jelang coblosan.
Diantaranya, KPU Ponorogo kembali menggelar simulasi coblosan di Hotel Gajah Mada, Kamis (18/1) kemarin.
Dalam uji kali kedua pemungutan suara itu, seluruh anggota Panitia Pemungutan Kecamatan (PPK) dilibatkan menjadi peserta.
Dalam simulasi, mereka berperan sebagai petugas KPPS. Tujuannya agar PPK paham mekanisme penyelenggaraan pemungutan suara di TPS saat 14 Februari mendatang.
Komisioner KPU Ponorogo Gaguk Ika Prayitna mengungkapkan, simulasi tahap dua digelar guna mempertajam kesiapan petugas wilayah jelang penyelenggaraan Pemilu 2024.
Simulasi digelar sebagaimana proses runtutan pemungutan suara. Mulai tahap awal pendataan peserta, hingga pemberian tinta pasca menyalurkan hak pilih.
Termasuk, kasus-kasus di TPS, seperti pemilih disabilitas sampai adanya daftar pemilih khusus (DPk).
Baca Juga: 2.325.630 Surat Suara Pemilu Sudah Terlipat, Menyisakan DPRD Provinsi, Ditarget Rampung Pekan Depan
"Parpol (partai politik) juga kami undang agar paham prosesnya,’’ ungkap Gaguk.
Tak hanya praktik coblosan, KPU setempat turut menjabarkan aturan tentang pencoblosan kepada peserta.
Seperti penggunaan gadget, hingga penanganan masalah bilamana terjadi kendala. Apalagi di 14 Februari mendatang, sedikitnya lima surat suara bakal digunakan setiap warga.
"Aturan-aturan tentang kepemiluan yang baru juga kami sampaikan. Khususnya tentang hitung dan pungut, termasuk teknis pengisian formulir,’’ jelasnya.
Menyisakan waktu kurang dari sebulan, Gaguk berharap seluruh petugas siap menjalankan tanggung jawabnya. Mereka dituntut nihil kesalahan yang merugikan atau menguntungkan peserta Pemilu.
"Nanti setiap PPK juga turun ke tingkat KPPS (kelompok penyelenggara pemungutan suara) untuk memberikan bimbingan teknis agar pemahaman ini nular,’’ ungkapnya. (gen/kid)
Editor : Budhi PrasetyaSumber : Radar Madiun