Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Aya Chikamatzhu, Memulai Karir dari Jathil Reog Obyok, Kini Banjir Tawaran Job Endorsement dan Model

Budhi Prasetya • Senin, 22 Januari 2024 | 01:00 WIB

 

JELITA: Aya  Chikamatzhu, jathil kondang asal Ponorogo, kini fokus job endorsement usai melahirkan buah hatinya yang kedua. 
JELITA: Aya  Chikamatzhu, jathil kondang asal Ponorogo, kini fokus job endorsement usai melahirkan buah hatinya yang kedua. 
 

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun - Nama Aya  Chikamatzhu menjadi primadona dalam dunia per-jathilan. Namun belakangan, Aya jarang tampil di pentas reog obyok.

Kesibukannya sebagai ibu rumah tangga pascamelahirkan buah hatinya yang kedua, memaksa Aya vakum manggung.

Bukan berarti kecintaannya pada dunia seni luntur, mengingat perjuangan menjadi artisnya jathil Bumi Reog begitu terjal. Bahkan sempat tak mendapat restu, hingga penolakan dari ayahnya.

Tubuh Urul Hidayati gemulai mengikuti irama tabuhan reog. Sesekali tatapannya menembus lautan manusia yang memenuhi lokasi.

Senyum simpulnya seolah membuat penonton kesengsem (tergila-gila). Sorakan penonton seketika bergemuruh saat dia digoda penari bujang ganong.

Ya, Urul Hidayati merupakan penari jathil yang namanya populer di Bumi Reog. Nama panggungnya, Aya  Chikamatzhu.

Dia gandrung dengan tarian jathil sejak duduk di bangku sekolah dasar. Saat itu, Aya mempelajari tari jathil reog festival.

Berkat darah seni yang diwariskan ibunya, Aya dengan mudah beradaptasi dan mempelajari berbagai gerakan dan teknik tarian.

"Dulu ibu penari juga,’’ kata Aya.

Bagi Aya, tari tradisional merupakan dunianya. Hingga menginjak jenjang pendidikan SMA, Aya semakin mengeksplorasi berbagai tarian.

Tak heran, saat itu Aya memborong juara beberapa kompetisi tari tingkat SMA. Termasuk lolos dalam ajang pemilihan bintang salah satu stasiun televisi di Surabaya 2010 lalu.

Bahkan masuk grandfinal hingga mendapatkan beasiswa kuliah dan dijamin bakal direkrut pemberi beasiswa usai lulus.

‘’Tidak saya ambil, karena pada saat itu ada sebuah kasus pelecehan di rumah produksi film. Jadi takut kenapa-kenapa,’’ ucap perempuan kelahiran 7 Desember 1992 tersebut.

Setelah lulus SMA, Aya melanjutkan studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di IKIP PGRI Kota Madiun (sekarang Unipma, Red). Saat itu, Aya eksis dengan kerap tampil di festival.

Namun, dalam perjalannya, Aya merasa intensitas manggung-nya terbatas pada festival yang digelar setahun sekali. Hingga akhirnya, Aya memantabkan pilihan terjun dalam tari reog obyok. Niat itupun ditentang oleh ayahnya.

‘’Karena pada saat itu, jathil reog obyok itu dipandang negatif oleh masyarakat. Ayah saya tidak mau itu,’’ beber perempuan berzodiak sagitarius itu.

Kendati tak direstui ayahnya, Aya tak berhenti berlatih tari jathil. Singkat cerita, hati ayahnya luluh.

Tepatnya saat kuliah di semester dua, seseorang meminta izin pada ayahnya bermaksud mengajak Aya menari jathil reog obyok.

Ayahnya memberi restu, sejak itulah nama Aya naik daun dalam dunia jathil reog obyok.

‘’Pertama saat itu saya mendapatkan honor Rp 50 ribu., setelah itu terus naik,’’ kenangnya.

Kehadiran Aya menjadi warna dalam reog obyok. Namanya populer hingga panggilan manggung berdatangan dari berbagai daerah. Mulai di Madiun Raya, Jakarta, hingga Bali.

Bahkan tawaran menjadi model photoshoot, video klip, pemeran film pendek, hingga endorsement mulai berdatangan. Termasuk dikontrak empat brand ternama.

‘’Siapa yang sangka dari nari jathil sampai ke bidang yang lain,’’ akunya.

Kini, nama Aya masih lekat dengan penari jathil. Meskipun intensitasnya jauh berkurang lantaran kesibukannya sebagai ibu rumah tangga.

Apalagi pasca melahirkan buah hati keduanya, Aya memilih vakum. Sementara fokus job endorsement, serta usaha kecil-kecilan.

‘’Sekarang istirahat dulu sembari memulihkan tenaga, santai dulu lah,’’ pungkasnya. (fac/kid)

Editor : Budhi Prasetya
#reog obyok #Aya Chikamatzhu #jathil #ponorogo