PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun - Wacana pemberlakuan one way atau jalur searah di Jalan Gajah Mada mulai diseriusi Pemkab Ponorogo.
Dinas Perhubungan (Dishub) Ponorogo tengah bersiap melakukan kajian. Tidak hanya satu ruas di Jalan Gajah Mada saja, kajian dilakukan bersamaan penerapan one way pada dua ruas jalan lainnya.
Yakni, Jalan Sultan Agung dan Ahmad Dahlan Ponorogo. Maklum, kedua jalan tersebut nantinya juga mempunyai kairan erat dengan pembelakuan one way di Jalan Gajah Mada.
Hal tersebut dibenarkan Kepala Bidang Lalu Lintas, Sarana Dan Prasarana, Dishub Ponorogo, Setyo Budiyono.
Kajian jalur searah perlu dilakukan untuk tiga ruas jalan sekaligus. Sebab, ketiganya saling nyambung. Sehingga analisis dampak arus lalu lintas (lalin) ketiga ruas tersebut memiliki keterkaitan.
"Jadi tidak kerja dua kali,’’ kata Budi.
Budi menargetkan kajian dimulai awal Februari mendatang. Pihaknya menggandeng forum lalu lintas dan jalan (LLAJ) dalam kajian tersebut.
Tim yang tergabung dalam kajian tersebut bakal menyusun formula perubahan arus lalin, baik itu tingkat kepadatan hingga rencana arus yang diterapkan.
"Sementara, kajian awal nanti ketiga ruas dibuat satu arah,’’ imbuhnya.
Rancangan awal, Jalan Ahmad Dahlan dibuat menjadi jalur searah dari barat ke timur. Pun demikian dengan Jalan Sultan Agung, one way diterapkan dari utara ke selatan.
Serta Jalan Gama satu arah dari barat ke timur, nyambung ke Jalan Jenderal Sudirman. Pertimbangannya, dampak kepadatan arus lalin pasca dibangunnya pedestrian Jalan Gajah Mada.
‘’Pada jam sibuk tertentu terjadi antrean. Tujuan perubahan arus ini tentu untuk mengurai kemacetan,’’ imbuhnya.
Budi memprediksi penerapan one way berdampak pada pemerataan kendaraan di pusat kota.
Menurutnya, jalan yang semula sepi bakal bertambah ramai dan berdampak pada ekonomi masyarakat sekitar.
‘’Nanti kami undang juga Disperdagkum, kepolisian, untuk membahas rencana satu arah ini,’’ ungkapnya. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya