PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun - Wacana reaktivasi rel kereta api Slahung-Madiun kembali mencuat.
Padahal sebelumnya, wcana reaktivasi rel kereta api yang melintas di wilayah Ponorogo itu pernah muncul beberapa tahun lalu namun menguap.
Wacana reaktivasi rel kereta api itu kembali menguat seiring DPRD Ponorogo mengesahkan rencana tata ruang wilayah (RTRW) Ponorogo 2023-2043, Senin (22/1) lalu.
Di dalamnya, termaktub sejumlah opsi reaktivasi jalur kereta api Slahung-Madiun.
RTRW tersebut diharapkan mengakomodir rencana Ditjen Perkeretaapian Kemenhub terkait reaktivasi jalur di wilayah kerja PT KAI Daop 7 Madiun.
''Ada empat opsi dalam RTRW 2023-2043 terkait reaktivasi jalur kereta api Slahung-Madiun,'' kata Ketua DPRD Ponorogo Sunarto.
Sunarto menyebut, keempat opsi telah dibahas bersama legislatif dan eksekutif. Opsi pertama, reaktivasi jalur yang selama ini mati antara Slahung-Madiun.
Baca Juga: Laka Lantas di Perlintasan Sukosari Kota Madiun, Innova Nyangkut di Rel Kereta
Kedua, adanya perubahan jalur mulai Terminal Seloaji, Ponorogo ke kanan dan berakhir di Stasiun Slahung.
Ketiga, jalur baru mulai Terminal Seloaji ke kiri hingga Stasiun Slahung. Serta opsi ke empat, pembuatan jalur baru.
''Seluruh opsi ini sudah kami bahas bersama eksekutif dan dimasukan dalam RTRW 2023-2043, agar sewaktu-waktu diterapkan sudah siap,'' imbuhnya.
Kapan terealisasi? Sunarto berharap masyarakat bersabar menanti perkembangan reaktivasi kereta Slahung-Madiun.
Terpenting, menurutnya, skema-skema jalur rel itu telah tertata rapi di RTRW 2023-2043.
''RTRW ini sebagai landasan dalam mengambil arah kebijakan mendatang, kami juga pantau terus untuk perkembangan reaktivasi rel kereta ini,'' ujarnya. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya