PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun - Belum juga diterapkan, rencana pemberlakuan one way di Jalan Sultan Agung Ponorogo menuai pro dan kontra.
Tidak sedikit warga Ponorogo yang menilai rencana one way atau jalur searah di ruas jalan tersebut justru akan memicu kerumitan lalu lintas.
Yoyok Arum, pemilik toko perabotan rumah tangga di Jalan Sultan Agung, mengaku tak setuju dengan pemberlakuan one way.
Baca Juga: Proses Cepat Pembongkaran Median Jalan Sultan Agung, Bupati Sugiri Tinjau Langsung Pekerjaan DLH
Dia khawatir pembeli berkurang sebab tokonya berada di sebelah selatan. Sehingga pembeli yang dari arah selatan harus memutar.
Ditambah, pemberlakuan jalur satu arah itu akan munculnya potensi kebut-kebutan pengguna jalan.
"Kalau jadi satu arah dari utara ke selatan, pembeli harus muter dulu kalau mau ke toko, jadi menyulitkan,’’ katanya.
Menurutnya, rencana perubahan arus lalu lintas (lalin) tersebut minim sosialisasi. Dia baru tahu kabar soal rencana satu jalur usai pembongkaran median Jalan Sultan Agung viral di jejaring sosial Kamis (25/1) lalu.
"Seharusnya masyarakat juga dimintai pendapatnya,’’ jelasnya.
Tidak seluruh warga kontra dengan rencana one way. Agus Suliyanto, pedagang kaki lima (PKL) di ruas jalan tersebut, salah satunya.
Agus mengaku tak sabar wacana one way segera direalisasikan. Apalagi, Sultan Agung juga dibangun menjadi kawasan pedestrian.
"Kalau dampak sepi pasti ada di awal-awal, tapi saya yakin lama-kelamaan nanti bisa normal bahkan semakin ramai kembali,’’ kata Agung.
Menanggapi hal itu, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko memandang pro kontra rencana one way di Sultan Agung merupakan hal wajar.
Serupa dengan faceoff atau penataan kawasan pedestrian kawasan Jalan HOS Cokroaminoto tahun lalu.
Kini, warga yang menilai kontra dengan faceoff tersebut justru menikmati dampak multiplier effect pasca pembangunan pedestrian HOS.
"Pro kontra itu bagus. Tapi demi kebaikan agar kota tertata, ekonomi juga tumbuh dan rakyat senang. Kebijakan ini harus diambil,’’ tegas Kang Giri. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya