PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun - Pembongkaran median Jalan Sultan Agung dan Ahmad Dahlan tak sekedar membersihkan median jalan.
Namun, deretan penerangan jalan umum (PJU) ikut dibongkar. Maklum, keberadaannya persis di tengah median jalan. Jadi, mau tidak mau deretan penerangan jalan itu juga dicopot.
Kepala Bidang Lalu Lintas, Sarana Dan Prasarana, Dishub Ponorogo, Setyo Budiyono mengatakan keberadaan PJU di tengah median seluruhnya dibongkar.
Baca Juga: Wacana One Way Jalan Sultan Agung Tuai Pro dan Kontra, Bupati Sugiri: Kebijakan Ini Harus Diambil
Jumlahnya, yakni sembilan di setiap ruas. Petugas bakal memasang lampu darurat di sisi kiri kanan jalan mengantisipasi kondisi gelap gulita nantinya.
"Nanti ada lampu sorot, dipasang sementara gantikan lampu PJU yang dibongkar agar tidak gelap,’’ kata Budi.
Budi menambahkan, selain masalah lampu jalan, pihaknya berencana menggelar rapat dengan Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Ponorogo Selasa (30/1) mendatang.
Baca Juga: Proses Cepat Pembongkaran Median Jalan Sultan Agung, Bupati Sugiri Tinjau Langsung Pekerjaan DLH
Mengkaji rencana rekayasa lalu lintas (lalin) satu arah Jalan Sultan Agung dan Ahmad Dahlan. Termasuk kajian uji coba one way.
"Uji cobanya kami lakukan setelah pembongkaran median jalan selesai, sambil rapat dengan LLAJ,’’ ungkapnya.
Hasil uji coba, lanjut Budi, bakal menjadi penentu arah kebijakan rekayasa lalin Sultag dan Ahlan mendatang.
Baik rute satu arah, hingga nasib jalur-jalur sirip sekitar jalan utama. Termasuk, Jalan Gajah Mada, serta Jalan HOS Cokroaminoto yang diprediksi turut terdampak perubahan ruas.
"Gajah Mada juga dikaji, nantinya prosesnya kami lakukan dengan tim LLAJ. Bagaimana hasilnya kami kumpulkan data-data itu, agar tidak keliru,’’ ungkapnya. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya