PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun - Chikungunya agaknya mulai mewabah di awal musim hujan tahun ini.
Setidaknya ini terlihat di Dusun Trenceng, Desa Mrican, Jenangan, Ponorogo. Sejumlah warga mengalami demam tinggi dan nyeri sendi.
Gejala chikungunya yang persebarannya melalui nyamuk spesies Aedes Aegypti itu mulai diketahui tiga pekan belakangan.
Seperti yang dialami oleh Laminem, warga setempat. Selama dua pekan terakhir, lansia 63 tahun itu harus menggunakan tongkat kayu untuk membantunya berjalan.
Dia merasa tulang dan persendian nyeri, bahkan seperti melemah. Keluhan yang dirasakannya itu bukan lantaran faktor usia.
"Sudah dicarikan obat ke puskesmas,’’ ujar Laminem, Rabu (31/1) kemarin.
Laminem mengaku sekujur tubuhnya terasa sakit. Mulai linu persendian, demam, hingga lemas bahkan kesulitan berjalan.
Pun kondisi itu juga dirasakan suami dan anaknya yang tinggal serumah dengannya.
"Sakit sekali rasanya, bahkan kaki saya sempat melepuh dan saya menangis karena saking sakitnya,’’ katanya sembari menyebut baru kali pertama merasakan hal itu.
Baca Juga: Dua Kasus DBD di Bulan Januari, Dinkes Ponorogo Rekomendasikan PSN Ketimbang Fogging
Kepala Dusun (Kasun) Trenceng Nurhadi, memperkirakan lebih dari 200 warganya terserang virus yang disebabkan gigitan nyamuk tersebut.
Gejalanya sama dan bergantian. Bahkan, mereka yang sudah sembuh kembali mengalami keluhan serupa.
"Hampir semua warga dusun sudah rasakan, sakitnya gantian bahkan ada yang sudah sembuh terus sakit lagi,’’ ungkap Nurhadi.
Dari 10 RT di dusunnya, lanjut Nurhadi, mayoritas serangan nyamuk tersebut berada di RT 3 dan 4. Menurutnya saat ini merebak ke RT 1 dan 2.
"Biasanya kalau satu kena terus bergantian satu keluarga terserang, mulai otot kaku-kaku sampai lemas tidak bisa bangun,’’ tambahnya.
Dia telah melaporkan kasus tersebut ke Puskesmas setempat. Beberapa waktu petugas melakukan pemeriksaan dan memberikan obat fogging.
Sayangnya, belum sampai merata ke seluruh wilayah terdampak alat fogging milik desa tersebut rusak.
Dia berharap ada bantuan susulan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo.
"Sempat ada PSN (pemberantasan sarang nyamuk) tapi belum sepenuhnya berhasil,’’ pungkasnya. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya