PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun - Anggota Sat Sabhara Polres Ponorogo terlibat aksi kejar-kejaran dengan pelaku pencurian, Senin (5/2) kemarin.
Seorang remaja tanggung memacu motor Vario AE 2618 TX seiring teriakan maling warga di Jalan Ahmad Dahlan.
Bripda Reza Bagus yang mendengarnya langsung memutar arah laju sepeda motornya. Anggota Sat Sabhara Polres Ponorogo itu langsung tancap gas melakukan pengejaran.
Tak ayal, aksi kejaran-kejaran polisi dan pelaku kriminal itu terjadi. Upaya pelarian remaja 15 tahun berinisial DR, terduga pelaku pencurian, terhenti di Jalan Gajah Mada, Ponorogo.
Laju motor matik yang dikendarainya berhasil disusul dan dihadang Bripda Reza. Namun, remaja belasan tahun itu tak menyerah.
DR tak mau berhenti kala dihadang. Ia justru nekat menabrak motor yang dikendarai Bripda Reza.
Alhasil kendaraan keduanya pun ambruk. DR sempat menjadi bulan-bulanan warga yang telah mengejarnya. Beruntung, DR berhasil segera diamankan oleh Bripda Reza.
''Saya luka sedikit di kaki,'' kata Reza.
Sementara itu, Wakapolres Ponorogo Kompol Ryan Wira Raja Prarama membeberkan, DR tertangkap basah saat melakukan pencurian di toko pakaian Jalan Ahmad Dahlan sekitar pukul 08.00 WIB, kemarin.
Saat itu, karyawan toko mencium gelagat mencurigakan DR. Benar saja, remaja tanggung itu kedapatan melakukan aksi panjang tangannya.
''Pelaku mengambil tas yang disimpan di jok motor pemilik toko,’’ jelasnya.
Tas pemilik toko tersebut berisi uang tunai senilai Rp 1,2 juta serta kunci toko cabang lain. Ulah maling DR itu juga sempat terekam closed circuit television (CCTV).
Pun karyawan yang mengetahui kejadian itu segera berteriak maling. Derik dikejar dan baru berhenti saat dihadang Bripda Reza.
''Motif pelaku karena desakan ekonomi. Kalau untuk menabrak anggota, ini akan kami jadikan bahan pertimbangan dalam materi persidangan nanti,’’ ungkapnya.
Andika, karyawan toko mengungkapkan pelaku terlihat dengan santainya seperti tidak melakukan sesuatu saat memutar kendaraan dan mendekati tas dalam jok motor. Saat itu, jok motor dalam keadaan terbuka.
"Tas memang biasa ditaruh di jok motor karena akan diberikan ke karyawan untuk membuka cabang toko lainnya,’’ ujar Andika. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya