Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Keluhan Uji Coba One Way Rame di Medsos, Bupati: Tetap Dilakukan Evaluasi, Ini Masih Uji Coba

Sugeng Dwi N. • Minggu, 25 Februari 2024 | 22:51 WIB

 

PADAT MERAYAP: Volume dan kecepatan kendaraan meningkat seiring uji coba one way di Jalan Sultan Agung.
PADAT MERAYAP: Volume dan kecepatan kendaraan meningkat seiring uji coba one way di Jalan Sultan Agung.
 

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Keluhan warga terkait uji coba penerapan one way sejumlah jalan protokol bertebaran di media sosial (medsos).

Mayoritas mereka mengeluhkan soal bertambahnya jarak tempuh. Kecepatan kendaraan di ruas jalan yang diberlakukan uji coba one way pun tak luput mereka soroti.

Termasuk diantaranya sejumlah kecelakaan lalu lintas (laka lantas) selama masa uji coba one way terutama di Jalan Sultan Agung, Ponorogo.

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko angkat suara terkait polemik uji coba one way. Ia tidak tutup mata, pro kontra hingga kritik dan masukan tersebut ditampung.

Dirinya memastikan bahwa pemberlakuan jalur searah tersebut saat ini baru sebatas uji coba.

"Tetap akan dilakukan evaluasi karena ini sifatnya uji coba,’’ kata Kang Giri,sapaan bupati.

Dia menambahkan, tahapan uji coba one way masuk dalam evaluasi dan kajian forum lalu lintas angkutan jalan (FLLAJ) Ponorogo.

Serangkaian rapat dan hasil kajian bakal dipaparkan selama sepuluh hari uji coba ini. Mulai kajian jalur satu arah Jalan Ahmad Dahlan, Sultan Agung, Gajah Mada hingga HOS Cokroaminoto.

"Termasuk jalan-jalan pendukung lainnya. Seperti Jalan Bhayangkara sampai M. Thamrin, kami kaji terus,’’ jelasnya.

Hasil evaluasi dan kajian tersebut, lanjut Kang Giri, bakal menjadi penentu nasib one way mendatang. Apakah uji coba bakal diterapkan permanen atau diberlakukan kebijakan lainnya.

Pun, selama periode tersebut dia berharap masyarakat bersabar dan sudi mengikuti kebijakan tersebut.

Apalagi, perubahan arus lalu lintas (lalin) tersebut serta merta demi menyiapkan kota Ponorogo menyambut peradaban lebih baik mendatang.

"Ponorogo akan menjadi kota wisata, kota yang bagus, semakin ramai, dan berpotensi macet. Karenanya kami bersiap dengan program jalan satu arah ini, biar tidak macet,’’ tegasnya.

Kang Giri menilai pro kontra kebijakan satu arah tersebut biasa terjadi. Apalagi, hal serupa juga terjadi saat pemberlakuan satu arah pada HOS Cokroaminoto, Jenderal Sudirman hingga Urip Sumoharjo setahun terakhir.

Butuh waktu pembiasaan, saat ini tiga ruas tersebut justru jadi penopang ekonomi. Mulai pertumbuhan pedagang kaki lima, hingga hidupnya toko-toko dan tempat kongkow baru.

"Pelan-pelan nanti akan terbiasa, demi kemajuan Ponorogo,’’ pungkasnya. (gen/kid)

Editor : Budhi Prasetya
#Sugiri Sancoko #uji coba #bupati #one way #ponorogo