PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun - Pelaksanaan uji coba one way sejumlah ruas jalan di Ponorogo tengah jadi sorotan masyarakat.
Pun, para wakil rakyat yang ngantor di gedung DPRD Ponorogo telah mendengar sejumlah keluhan, kritik dan saran terkait uji coba one way tersebut.
Tak ingin tinggal diam, mereka mengundang sejumlah tokoh masyarakat ke gedung DPRD Ponorogo, Senin (26/2) kemarin.
Seperti mendapatkan momentum, tokoh masyarakat yang diundang itu menumpahkan semua uneg-uneg dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) itu.
Baca Juga: Evaluasi Uji Coba One Way, Pemkab Susun Kajian Teknis, Ini Penjelasan Kadishub Ponorogo
Ketua DPRD Ponorogo Sunarto menyatakan, pertemuan tersebut menjadi jembatan bagi warga dengan pemkab setempat. Khususnya terkait uji coba one way.
Beragam keluhan disampaikan warga. Uji coba penerapan jalur satu arah itu dinilai memberikan dampak negatif bagi pelaku usaha.
"Kami cek sendiri, tiga sampai empat titik saya datangi penjual di wilayah satu arah tanpa embel-embel DPRD. Mayoritas mengeluh pendapatannya menurun,’’ kata Sunarto.
Sunarto turut meminta pemkab setempat mengeluarkan kajian akademik terkait uji coba one way.
Dia menduga, hasil kajian jalur satu arah justru memunculkan hasil sebaliknya. Artinya, Ponorogo tidak siap diberlakukan uji coba.
"Kami sekadar mengawasi dan memfasilitasi masyarakat. Nanti hasilnya Bupati mau dengar monggo, keputusannya apa monggo,’’ jelasnya.
RDP yang dilaksanakan di Ruang Banggar DPRD Ponorogo itu juga dihadiri dinas terkait serta pihak kepolisian.
Sejumlah keluhan disampaikan masyarakat. Aji Prabowo, pemilik usaha di Jalan Sultan Agung, mengaku pendapatannya turun sejak pemberlakuan uji coba one way 14 Februari lalu.
Di depan para wakil rakyat, ia mengungkapkan jika omzet hariannya berkurang signifikan, mencapai 40-50 persen.
"Harapannya dibatalkan, kembali ke dua arah. Median jalan juga dibangun lagi seperti semula,’’ kata Prabowo.
Selain itu, Prabowo juga menilai uji coba one way justru membuat masyarakat sekitar jalur satu arah itu merasa tidak nyaman.
Pasalnya, kecepatan kendaraan yang melintas justru lebih tinggi ketimbang sebelumnya. Ia juga menyampaikan kepadatan jalan-jalan kecil meningkat.
"Intinya banyak yang terdampak dari pemberlakukan satu arah ini,’’ tegas Prabowo. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya